"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"
Tampilkan postingan dengan label Artikel Menarik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Menarik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2011

Mukjizat Al-Quran tentang Sidik Jari dan Kulit

PERUJUKAN AL-QUR’AN TERHADAP SIDIK JARI

“Ayahsabu al-Insaana allan najma’a ‘idhoomahu, balaa qoodiriina ‘ala an nusawwiya banaanah

Apakah manusia mengira, bahwa Kami tak mampu mengumpulkan kembali tulang belulangnya? Bukan demikan, sebenarnya kami kuasa menyusun kembali jari jemarinya secara sempurna.”
(QS Al-Qiayaamah 75:3-4)

Orang-orang tak beriman membantah akan terjadinya hari kebangkitan dikarenakan tulang belulang manusia yang telah meninggal telah hancur di dalam bumi dan bagaimana mungkin tiap individu dapat teridentifikasi pada Hari Pengadilan. Allah yang Maha Agung telah menjawabnya bahwa Ia tak hanya mengumpulkan tulang belulang kita namun juga merekonstruksi secara sempurna keadaan ujung jari jemari kita.

Mengapa al-Qur’an ketika berbicara mengenai penentuan identitas seorang individu, berbicara secara spesifik mengenai ujung jari-jemari? Pada tahun 1880, sidik jari menjadi metode saintifis dalam pengidentifikasian, setelah riset yang dilakukan oleh Sir Francis Golt. Tidak ada dua orang manusia di dunia ini yang memiliki bentuk sidik jari yang benar-benar sama. Inilah alasan mengapa pasukan polisi sedunia menggunakan sidik jari untuk mengidentifikasi kriminal. 1400 tahun yang lalu, siapakah yang dapat mengetahui tentang keunikan sidik jari tiap manusia? Tentunya tak ada yang dapat mengetahuinya kecuali Sang Pencipta itu sendiri.

RESEPTOR RASA SAKIT ADA DI KULIT

Dulu manusia mengira bahwa indera perasa dan peraba rasa sakit tergantung hanya pada otak. Penemuan akhir-akhir ini membuktikan bahwa reseptor rasa sakit terdapat di kulit dimana tidak ada seseorang yang tidak dapat merasakan rasa sakit. Ketika seorang dokter memeriksa seorang pasien yang terluka bakar, dia menguji tingkat luka bakar dengan cocokan peniti. Jika pasien masih bisa merasakan sakit, dokter tersebut akan senang, karena hal ini menandakan bahwa luka bakar yang diderita dangkal dan reseptor rasa sakit masih utuh. Namun di sisi lain, jika pasien tak dapat merasakan apa-apa, hal ini mengindikasikan adanya luka bakar yang dalam dan reseptor rasa sakit telah rusak. Al-Qur’an memberikan indikasi keberadaan reseptor rasa sakit ini dalam ayat berikut :

“Sesungguhnya orang-orang yang menolak dengan ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab. Sesunggguhnya Allah Maha Pekasa lagi Maha Bijaksana.” (QS an-Nisaa’ 4:56).

Profesor Tagatat Tejasen, Kepala Jurusan Anatomi di Universitas Chiang Mai di Thailand, telah menghabiskan sebagian besar waktunya untuk penelitian reseptor rasa sakit. Pada awalnya beliau tak dapat mempercayai bahwa al-Qur’an telah menyebutkan fakta saintifis ini 1400 tahun yang lalu. Beliau kemudian memeriksa tranlasi/terjemahan ayat al-Qur’an dengan teliti. Prof Tejasen sangat terkesan dengan keakurasian saintifis ayat al-Qur’an, dimana pada Konferensi Kesehatan Saudi ke-8 yang diadakan di Riyadh berkenaan dengan isyarat saintifis al-Qur’an dan as-Sunnah, beliau mengikrarkan diri ke depan khayalak: Asyhadu an Laa Ilaaha illaLlah wa asyhadu anna Muhammad rasuluLlah.

KESIMPULAN

Menghubungkan keberadaan fakta saintifis yang terdapat di dalam al-Qur’an dengan suatu kebetulan adalah suatu hal yang menyelisihi akal sehat dan pendekatan saintifis. Al-Qur’an menyeru seluruh manusia untuk memikirkan ciptaan yang ada di seantero alam semesta ini di dalam ayat :

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS Ali Imraan 3:190).

Bukti-bukti saintifik yang terdapat pada al-Qur’an secara terang membuktikan sifat keasliannya dari Allah. Tak ada manusia satupun yang dapat menghasilkan sebuah kitab, 14 abad yang lalu, yang berisi di dalamnya fakta-fakta saintifis, yang pada akhirnya akan ditemukan oleh generasi manusia setelahnya. Al-Qur’an, walau bagaimanapun, bukanlah sebuah buku sains namun sebuah buku yang berisi isyarat-isyarat. Isyarat ini mengajak menusia untuk menyadari tujuan keberadaannya di bumi ini, dan untuk hidup berdampingan bersama alam dengan harmonis. Al-Qur’an adalah benar-benar wahyu dari Allah, pencipta dan pemelihara alam semesta. Ia berisi seruan yang sama di dalam mengesakan tuhan, yang didakwahkan oleh seluruh Nabi, baik mulai dari Adam, Musa, Isa hingga Muhammad (Shallallahu ‘alaihim wa ali wa sallam)

Translator : Ibnu Burhan
Sumber : Kafemuslimah

Selasa, 04 Oktober 2011

Kesalahan Penerjemahan yang Mengubah Dunia

Pada suatu ketika, seorang kawan mengirimkan tautan dari sebuah situs berita online nasional yang membuat saya terkonclang tertawa bergulingan di teras rumah bu RT. Tautan itu merujuk pada satu berita yang sepertinya diambil dari media berbahasa Inggris dan diterjemahkan. Judul beritanya: Sperma Raksasa Ikan Paus Dipindahkan dari Pantai.

Isi beritanya antara lain memuat kalimat “Sebuah sperma ikan paus yang panjangnya mencapai 13 meter dipindahkan dari sebuah pantai di Inggris. Butuh waktu lima jam untuk memotong sperma itu.”

Meskipun jika sekarang link berita ini dikunjungi, berita tersebut sudah direvisi, namun judul awalnya tetap dilihat pada alamat tautan itu sendiri.

Mengerikan memang, betapa sebuah kesalahan penerjemahan dapat mengarahkan audiens pada kekeliruan yang menggelikan. Jika si audiens mengerti kesalahan berita tersebut di atas, maka akan menimbulkan perasaan geli, gemas atau pasrah. Namun jika audiens tidak mengetahui asal muasal berita dan menyerap isinya apa adanya, maka akan menimbulkan… eerr… entahlah, apa yang akan timbul di benak ketika membayangkan sperma 13 meter?

***

Demikianlah, contoh ringan dari kesalahan penerjemahan dan dampaknya. Tapi ternyata, karena secara takdir dan perkembangannya, manusia, budaya, kondisi alam, membagi dunia ke dalam bahasa-bahasa berbeda yang ribuan jumlahnya, kekeliruan penerjemahan menjadi suatu masalah yang akhirnya bahkan mampu mengubah dunia itu sendiri.

Ketika mendapat tugas presentasi pada mata kuliah Sosiolinguistik beberapa waktu yang lalu, saya menampilkan “tanduk musa” sebagai contoh bagaimana bahasa (khususnya kesalahan penerjemahan) dapat mempengaruhi budaya.

Patung dan lukisan seniman abad pertengahan termasuk Michaelangelo selalu menggambarkan Moses (Musa) dengan tanduk di kepalanya. Hal ini terjadi karena kesalahan interpretasi bahasa Ibrani kuno pada Al-kitab yang menerjemahkan istilah yang arti sesungguhnya adalah ‘kulitnya bersinar’ dengan terjemahan ‘tanduk’.

Lalu pada sebuah situs, disebutkan pula beberapa kesalahan penerjemahan yang mengubah sejarah dunia, di antaranya adalah:

1. Mars pernah dihuni ras berintelejensia tinggi yang membangun kanal di planet itu.

Konon di planet tetangga bumi ini ditemukan kanal-kanal buatan makhluk berakal yang kemungkinan adalah alien penduduk asli Mars (Martians). Kanal-kanal tersebut diasumsikan adalah upaya gagal Martians menyelamatkan planet mereka dari ancaman kekeringan masal.

Pemahaman adanya kanal-kanal air buatan makhluk hidup di planet Mars ini mengilhami banyak karya fiksi ilmiah di antaranya The War of the Worlds karangan penulis terkenal H.G. Wells dan novel Edgar Rice Burroughs, berjudul A Princess of Mars yang kesemuanya memuat topik terkait kanal-kanal buatan di Mars.

Padahal, isu adanya kanal buatan alien di Mars ini muncul karena kesalahan penerjemahan oleh Astronomer Percival Lowell yang membaca karya astronomer Italia pada tahun 1877 Giovanni Schiaparelli. Schiaparelli menuliskan bahwa dalam pengamatannya, Mars memiliki “canali” di permukaannya. Kata “canali” ini oleh Lowell diartikan sebagai “kanal”. Kanal dalam definisinya adalah “saluran BUATAN MANUSIA”. Sementara sebenarnya “canali” yang dimaksudkan Schiaparelli makna tepatnya adalah “perbedaan tinggi permukaan tanah” yang disebabkan fenomena alamiah.

2. Kesalahan penerjemahan idiom Rusia yang hampir memicu perang nuklir
Pada tahun 1956, di mana perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika Serikat mencapai ketegangan tertingginya, Pimpinan Kabinet (Premier) Uni Soviet – Nikita Sergeyevich Khrushchev berpidato terkait persaingan mereka dengan Amerika serikat. Salah satu bagian dari pidatonya tersebut diartikan oleh media-media Amerika sebagai ancaman, yaitu kata-kata “Kami akan menguburkan kalian!”

Berita ancaman ini menimbulkan kemarahan dan kesiagaan perang di negara Paman Sam. Persiapan perang nuklir dilakukan hingga level paling waspada. Sayangnya, ada satu masalah; Khrushchev sama sekali tidak pernah mengucapkan ancaman tersebut.

Kalimat yang diartikan media Amerika sebagai ancaman perang “Kami akan menguburkan kalian!” itu aslinya adalah idiom atau pepatah asli bahasa Rusia yang makna literalnya memang “kami akan hadir ketika kalian dimakamkan!”. Namun arti idiom tersebut sebenarnya tidak kurang tidak lebih adalah “kami lebih baik dari kalian”, itu saja.

3. Pidato pertama presiden Amerika di negara Komunis
Masih seputar perang dingin, pada tahun 1973, presiden Amerika Serikat saat itu – Jimmy Carter, berpidato di Polandia yang merupakan negara komunis. Mudahnya, untuk menggambarkan pentingnya pidato tersebut, bayangkan saja Presiden Barrack Obama hari ini berpidato di negara yang dikuasai Taliban.

Celakanya, pidato Carter di Polandia ini akhirnya menjadi bahan tertawaan rakyat Polandia bahkan hingga saat ini. Penyebabnya adalah kalimat Carter “saya mencoba memahani opini rakyat Polandia dan mencoba mengerti keinginan kalian di masa depan” diterjemahan oleh penerjemah lokal menjadi “saya ingin dan perlu berhubungan seks dengan rakyat Polandia”



4. Bom Atom
Siapa tidak tahu peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945? Tahu semua? Tapi tahukah kalau tragedi perang paling mengerikan sepanjang sejarah tersebut terjadi karena kesalahan penerjemahan?

Pada Juli 1945, Amerika Serikat menerbitkan Postdam Declaration yang isinya menuntut Jepang menyerah tanpa syarat atau diserang dengan kekuatan yang menghancurkan secara total.

Jepang yang saat itu sebenarnya sudah terdesak, mengeluarkan pernyataan balasan berisikan kalimat “untuk sementara tidak ada komentar, kami akan memikirkan tawaran tersebut”.

Celakanya, pernyataan “no comment” perdana mentri jepang saat itu – Kantaro Suzuki yang diucapkan dalam bahasa Jepang “mokusatsu” diartikan menjadi “Kami tidak akan memperdulikan ultimatum sampah itu”.

Hasilnya?

Presiden Harry Truman marah, dan 10 hari setelah pernyataan perdana mentri Jepang itu dikeluarkan, Hiroshima rata dengan tanah, disusul Nagasaki 3 hari kemudian.

5. Penerjemahan di dunia kesehatan

Konon banyak sekali kekeliruan fatal penerjemahan di bidang ini, namun saya tidak sempat melakukan penelusuran secara lengkap. Satu contoh mungkin mewakili, ketika seorang pasien Spanyol meminum obat tekanan darah 11 kali sehari karena kata “once” dalam bahasa spanyol berarti “sebelas”.

6. Lidah berpeta rasa
Di SMA, kita diajari bahwa lidah kita memiliki kemampuan merasa yang berbeda pada tiap bagiannya. Ujung lidah untuk merasakan rasa manis, sisi depan untuk rasa asin, sisi belakang untuk asa, dan pangkal lidah untuk rasa pahit.

Informasi tersebut di atas adalah salah, karena faktanya, telan saja gula, maka di bagian manapun lidah, tetap saja terasa manis, atau telan saja garam, semua bagian lidah akan merasa asin, atau putus cinta saja, maka menelan ludah pun akan terasa pahit sampai ke hati *eh*.

Kesalahan ini terjadi karena lagi-lagi kesalahan penerjemahan hasil riset seorang Jerman – D.P. Hanig pada tahun 1901 (!).

***

Sebenarnya, ada banyak lagi kesalahan penerjemahan yang dapat dijadikan contoh. Misalnya pemaknaan istilah bahasa Arab “Jihad”, dari makna “pergulatan jiwa” menjadi “perang melawan kafir“. Atau pernyataan terkenal presiden Iran – Mahmoud Ahmadinejad yang akan “menghapuskan Israel dari peta” ternyata hanyalah kesalahan penerjemahan pers yang arti sebenarnya adalah “rejim yang menduduki Jerusalem saat ini harus dihilangkan di masa depan“.

Namun pembahasan masalah ini akan membawa topik yang lebih sensitif dan cenderung bias, hingga tujuan awal tulisan justru tidak tercapai.

Akhirul qalam, apapun bahasa yang kita pakai, teruslah menjadi bagian besar dari kesatuan umat manusia, karena sesungguhnya bahasa hati kita akan selalu sama…

***

Tautan terkait:
http://www.cracked.com/article_19120_6-mistranslations-that-changed-world.html
http://ezinearticles.com/?The-Dangers-of-Mistranslations&id=1977227
http://international.okezone.com/read/2011/06/02/214/463769/sperma-raksasa-ikan-paus-dipindahkan-dari-pantai
http://www.cracked.com/article_19296_6-lies-about-human-body-you-learned-in-kindergarten.html
http://tanyarezaervani.wordpress.com/2011/06/23/catatan-kesalahan-penterjemahan-di-detikinet-contoh-distorsi-media-online/
http://asaborneo.blogspot.com/2010/12/inilah-kesalahan-terjemahan-alquran.html


http://manusiasuper.wordpress.com/2011/07/13/kesalahan-penerjemahan-yang-merubah-dunia/

Sabtu, 01 Oktober 2011

Akhirnya Teka Teki DI Balik Nama PEPSI Terbongkar ?

Para pemuka Muslim menyatakan mereka takkan pernah menarik pernyataannya bahwa Pepsi Cola esensinya adalah nama kode bagi komplotan Zionis

Institut Riset Media Timur Tengah (MEMRI) telah merilis pernyataan berbahasa Inggris yang diberikan oleh seorang pemuka Islam di Mesir bulan Februari yang lalu, dimana dia jabarkan bahwa PEPSI sebenarnya adalah kepanjangan dari “Pay Every Penny to Save Israel” artinya kira kira demikian : “Sumbangkan setiap penny untuk menyelamatkan Israel.”

Selain itu, seorang anggota parlemen organisasi Hamas di Gaza juga mengeluarkan pernyataan sama tentang hal tersebut tahun lalu. Berbicara dalam stasiun TV Al-Aqsha, anggota perlemen Salem Salamah menyatakan, “Ada berbagai perusahaan yang didirikan oleh para kolonialis dan pendudukan – berbagai perusahaan besar dengan banyak cabang diseluruh penjuru dunia, seperti Pepsi, Pepsi Cola. Ini adalah perusahaan terkemuka. Pepsi adalah kepanjangan dari Pay Every Penny to Save Israel.”

Baru-baru ini juga, seorang pemuka Mesir Hazem Abu Ismail mengeluarkan pernyataan yang sama. Berbicara didepan Al Nas TV – sebuah kanal religius Muslim- Abu Ismail menyerukan sebuah boikot dari kaum Muslim terhadap Pepsi karena kepanjangannya tersebut.

Secara spesifik, Hazem Abu Ismail menyatakan sebagai berikut, berdasarkan transkrip sama yang diberikan oleh MEMRI, Institut Riset Media Timur Tengah yang berbasis di Washington:

Huruf P pertama berarti “Pay” (Berikan), E untuk “Every” (Setiap). Huruf ketiga untuk “Penny”. Penny adalah koin kecil yang anda terima dan anda tak tahu apa yang akan anda lakukan dengannya. Berikan itu untuk “Menyelamatkan” I – “Israel”. Dengan kata lain, berikan setiap koin kecil yang anda terima untuk menyelamatkan Israel. Mereka tak ingin uang anda – mereka hanya ingin koin pecahan kecil, penny anda. Bila saya tidak salah, dalam ekonomi Amerika, penny adalah seperseribu dolar. Nilainya kecil sekali.

Mereka mengatakan, “Sumbangkan pecahan kecil yang tidak anda butuhkan, tetapi berikanlah dengan alasan yang benar. Bila anda mengumpulkan pecahan kecil ini, anda bisa membeli minuman ini.” Mereka mengambil masing-masing kata awalan dan membentuk kata “Pepsi”. Bila anda membayar (untuk membeli Pepsi), anda akan menyelamatkan Israel.

Saya tidak hanya bicara tentang Pepsi, tetapi tentang Coca Cola dan kesemuanya. Saya tak akan menyebutkan suatu produk. Anda bisa lihat sendiri. Anda Muslim. Anda bisa sampaikan kepada saya. Saya tidak tahu. Anak kecil saya bahkan lebih tahu tentang boikot ini daripada saya. Saat kami pergi belanja, dia katakan pada saya: “Beli ini, jangan yang itu.” Dia mengetahuinya. Dia sudah menjadi ahli dalam hal ini.

Selama bertahun-tahun, The Coca Cola Company dan produk-produknya banyak menuai kritik oleh berbagai sumber atas bermacam-macam alasan termasuk efek negatif produk-produk tersebut terhadap kesehatan, lingkungan, penggunaan pestisida dalam jumlah yang besar dalam produk-produknya, praktek eksploitasi buruh dan masih banyak alasan lagi. Tidak sedikit dari alasan-alasan tersebut yang membawa perusahaan tersebut menghadapi tuntutan hukum dan menciptakan kontroversi yang terdapat pada logo produk Coca Cola.

Maulana Kalbe Jawwad, seorang kepala keagamaan Shias, mengatakan: “Hal ini merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Kami akan meminta Muslim di negara ini dan seluruh dunia untuk memboikot produk tersebut sampai perusahaan tersebut menarik kata-kata yang menyinggung tersebut.

Buat semua pembaca situslakalaka, seandainya itu benar dan masih ada sedikit iman kalian di dada, kami mohon anda, atau semua praktisi Muslim yang membacanya untuk menyebarkan pesan tentang logo “yang sangat membelalakkan mata tersebut”. (berita suara media)

http://situslakalaka.blogspot.com/2011/06/maa-syaa-allah-akhirnya-teka-teki-di.html

Rabu, 07 September 2011

Arti Nama dalam Bahasa Kawi

[ A ]
ANDAKA : Banteng
ANDHIKA : Berpangkat tinggi
ANDI : Hamba
ANINDYA : Sempurna, tidak bersalah
ARDI : Gunung
ARDIMAN : Laki-laki yang tegas seperti gunung
ARGA : Gunung yang tinggi
ARI : Yang muda
AMURTI : Bayangan
ANDANI : Bayangan
ANDINI : Penurut
ANIK : Cantik dan mungil
ANILA : Angin
ARGANI : Berani menghadapi bahaya
ARUNDARI : Berganti arah
ARUNDATI : Bintang di angkasa
ARUNDAYA : Terbitnya matahari
ASANCAYA : Kumpulan bunga
ASANGGATA : Tidak seimbang
ASANKA : Ide, gagasan
ASTAGINA : Senantiasa berbuat kebaikan
ASTAKA : Tempat raja
ASTAMA : Sungguh-sungguh
ASTAMI : Purnama indah
ASTAMURTI : Berbentuk
ASTANGGA : Anggota tubuh
ASTASENI : Pelukis hebat
ASTATANU : Bermanifestasi
ASTATIK : Tidak berpengaruh
ASWANDA : Lebih bersemangat
ASWANGGA : Bertubuh cekatan

[ C ]
CAYAPATA : Gugusan bintang
CAYARINI : Bayangan yang tajam

([D ]
DANU : Busur, gendewa
DARMA : Kebajikan, kewajiban
DARLIAH : Gembira serta damai

[ G ]
GANDON : Selendang
GANDRING : Pertemuan, rapat
GANJIRAN : Kuat serta tajam
GANJUR : Tombak
GAS : Pengganti
GENTALA : Naga
GIRAH : Cemburu
GIYANTO : Bersemangat
GIYANTI : Pendiam
GRAHA : Rumah
GUPI : Menyentuh secara diam-diam
GUPITA : Menangkap, memegang
GURNA : Berkumandang
GURNITA : Bergema

[ H ]
HADYAN : Berpangkat tinggi
HALA : Alat bajak, membajak
HALAB : Tampak sejenak
HALABI : Yang tampak sejenak
HALADARA : Pembawa bajak
HALAYUDA : Bersenjata bajak
HALI : Bersembunyi
HALIB : Secara sembunyi-sembunyi, rahasia
HALIBAB : Berusaha keras untuk maju
HALIMAN : Gajah
HALIN : Prihatin
HALIWAR : Angin ribut
HALU : Tinggi jabatannya
HAMUN : Jatuh cinta
HANA : Berada
HANDARU : Meteor
HANTEB : Berat
HARAS : Ciuman
HARDI : Gunung
HARDIYANI : Tajam dan tinggi
HARDIYANTI : Berhati indah dan terang
HARINA : Kijang
HARIS : Tindak tanduk yang tenang
HARITA : Kuning muda
HARITALA : Garis kuning di langit
HARJA : Ramai
HARU : Belangga
HASTA : Lengan
HASTHA : Delapan
HASTU : Kesungguhan
HASTUNGKORO : Kesungguhan menghadapi masalah
HASTUTI : Dipuji
HATALA : Madu
HAWAN : Cara untuk mencapai
HEMAS : Kekayaan; logam
HENGKARA : Kebanggaan
HER : Menanti
HUNTARA : Berasal dari utara

[ I ]
ICUK : Bujukan
IDI : Menggoda
IDIN : Memperhatikan
IKA : Penunjuk
IKANA : Menunjukkan
IKANAH : Berhati penunjuk
IKARI : Penunjuk muda
IKATI : Penunjuk hati
IKAWATI : Penunjuk kepandaian
IKURASU : Sejenis tumbuh-tumbuhan
ILIR : Berlayar
ILU : Ikut serta
INA : Berubah dengan cepat
INDRA : Berkelana
INDUN : Ibu
IRA : Kamu

[ J ]
JAJAR : Dalam satu garis
JALADA : Awan, mega
JALADARA : Aliran air
JALU : Laki-laki
JAMUS : Benda berkasiat
JANA : Manusia
JANADI : Manusia yang baik
JANIMAH : Benar-benar obat
JANIRAH : Tidak pernah sakit
JARIH : Mumi
JARIYA : Yang akan terjadi
JARUMAH : Orang yang dipercaya
JASMA : Yang terlengkap
JASWI : Melengkapi
JATMIKA : Berbudi luhur
JAYANTI : Bunga yang indah
JENAR : Berkulit kuning
JINAH : Masa depan yang baik
JINEM : Tempat tidur
JULINAH : Tertumpuk
JUMANTARA : Angkasa, dirgantara
JUMI : Tengah
JUMINAH : Adil, tidak berpihak
JUMLAH : Berada di tengah

[ K ]
KACAYA : Dinaungi
KADALI : Pohon pisang
KADAWI : Sejenis minyak adas manis
KADI : Seperti
KAGENDRA : Garuda (raja burung)
KAJAR : Alat tanda bahaya
KALANTARA : Jarak waktu, penundaan
KALASA : Tikar
KALPANA : Tercipta
KAMAL : Pohon asam
KAMALI : Sejenis tumbuh-tumbuhan khas
KAMANDAKA : Yang memerintah
KAMANI : Sejenis tumbuh-tumbuhan
KAMBALA : Selimut
KAMIRAH : Berdarah penyayang
KANA : Perhiasan tangan, gelang
KANI : Luka
KARA : Telapak tangan
KARKASA : Kokoh dan kuat
KARMI : Cacing
KARUN : Menjadi sasaran
KASAPI : Sejenis bunga-bungaan
KASUB : Termasyur dan terkenal
KAWADI : Yang menutupi rahasia
KAWISTA : Kediaman kera-kera
KAYI : Anggota tubuh
KENAR : Sinar rembulan
KERAMA : Aturan
KESARA : Teratai
KESARJA : Rambut
KIJAN : Berlari-lari, berloncat-loncat
KIKI : Mempunyai rasa malu
KIKIS : Terselinap di dalam pagar
KIRNA : Terpancar di sekitarnya
KOSALI : Orang Suci
KOSTUBA : Permata dari samudra
KUMALA : Batu permata
KUMARA : Anak laki-laki
KUMUDA : Bunga tanjung putih
KUNDALI : Pengekangan, pengendalian
KUPITA : Mudah marah
KURANTA : Tidak dalam kekurangan
KUSALA : Mumi
KUSARA : Rumput alang-alang
KUSUMA : Bunga
KUSUMASTUTI : Dipuji bagai bunga
KUWAKA : Kuat sekali
KUWALAYA : Bunga tanjung berwarna biru
KUYAKA : Sejenis burung yang indah

[ L ]
LAKU : Cara
LALA : Ranum
LALI : Lupa memperhatikan
LAKSMI : Cantik dan molek
LARIS : Kelembutan
LAS : Secepat kilat
LASMADI : Bergerak baik serta cepat
LASMANI : Terselubung gerakan cepat
LASMANTO : Di dalamnya bergerak cepat
LASMINAH : Berhati cantik
LASMINI : Semerbak harum
LASMIRAH : Berkilau-kilau
LAWANA : Samudra
LAWAR : Belum dimasak
LAWAT : Rindang
LAYA : Bertempat tinggal
LAYANA : Mengalir terus menerus
LEJAR : Bahagia serta tentram
LEMET : Berkumis tipis
LEPAMAYA : Olesan yang bercahaya
LEPANA : Olesan yang lembut
LEPEKA : Tidak bernoda
LEWIH : Unggul, memiliki kelebihan
LIGAR : Tidak terputus
LIKAH : Tiang penyangga
LIPUR : Terhibur
LIRIH : Memandang sejenak (sekilas)
LOLITA : Bergerak ke sana ke mari
LOPA : Peniadaan bunyi, tenang
LURUH : Meneliti
LURUN : Memberi jalan
LURUS : Ramping
LUWAR : Berpisah
LITUHAYU : Cantik rupawan
LOCITA : Pemikiran yang dalam
LYAN : Berbeda, tidak sama
LYUS : Langsing

[ M ]
MACIKA : Rambut terurai
MADA : Kegembiraan
MADAHARSA : Nafsu cinta
MADE : Bale kecil, tengah
MADHURYA : Kecantikan
MADYANA : Berada di tengah, tidak memihak
MAGA : Musim ke tujuh
MAGANI : Menyenangkan
MAHADANA : Sangat kaya
MAHADRI : Gunung yang besar
MAHARDIKA : Bebas, berbudi luhur
MAHASURA : Pejuang besar
MAHAWIRA : Pahlawan besar
MAHAWIRYA : Sangat kuasa
MAHESWARA : Raja besar
MAJA : Sumsum
MAJAYA : Pelaut
MALINI : Perangkai bunga
MANDALA : Wilayah, daerah, negara
MANDATEJA : Sinar redup
MANGGALI : Pejabat terkemuka
MANGKIN : Semakin, kian lama
MANGURI : Ahli baca tulis
MANIS : Cantik, ramah dan manis
MANTRI : Penasehat raja
MANYARI : Serangkaian bunga
MANYURA : Burung merak
MARIANA : Memiliki kesehatan yang baik
MARICI : Sinar cahaya, khayalan
MARMA : Sangat meresap
MARMARA : Sangat terharu
MARTANI : Merata
MARTINI : Hatinya menyebar
MAYANG : Bunga pohon pinang
MEGAWATI : Kelincahan awan, pelindung panas
MERU : Gunung
MITA : Alasan

[ N ]
NABDA : Suara yang dalam
NABHA : Bergerak
NADINDRA : Sungai besar dan dalam
NAGARA : Negara, pemerintah
NAGATA : Bermasa depan
NILA : Pewarna biru tua
NIPAH : Pohon palem
NIRMALA : Tanpa cacat
NISMARA : Penuh ketenangan
NISTANA : Buah dada
NITA : Permainan, pertaruhan
NITISARA : Bijaksana
NIWADA : Tambahan
NOHAN : Merasa bahagia
NURMALA : Bebas dari penyakit

[ O ]
OGYA : Lebih baik
OJWALA : Menjulang ke angkasa
OLAH : Tingkah laku
OMA : Sungguh-sungguh
ONGOMANI : Meresmikan
OPAYA : Usaha
ORAGASTRA : Anak panah; ular
OSWADA : Berdada bidang
OSWASA : Panjang nafasnya

[ P ]
PACAR : Calon pengantin
PACARA : Pelaksanaan upacara
PACIKUR : Penangkap
PACIRA : Dikelilingi pagar
PACUH : Gembira, suka cita
PACUNDANG : Mengalahkan
PACUPI : Memancar
PACIMA : Rembulan
PADA : Surga
PADAKA : Perhiasan
PADAM : Kehilangan nafsu dan kekuatan
PADAN : Menyamai
PADARTA : Mempunyai arti
PADALI : Bunga cempaka
PADMASANA : Duduknya bagaikan bunga teratai
PADU : Cekcok; perang mulut
PADMASARI : Batu permata indah
PAHAT : Terhiasi
PAKSI : Burung
PALAR : Menjadi harapan
PALASARA : Berbau harum
PALASTRI : Mempunyai tiga pesona
PALIBAYA : Teman sekerja
PALINDA : Siap menghidangkan
PALISIR : Perhiasannya lengkap
PALUPI : Teladan, petunjuk, dikenang
PALWA : Pesisir
PAMA : Umpama, missal
PANAKARDI : Mempersiapkan diri
PANCA : Lima
PANCAKA : Api pembakaran
PANDI : Lembing, tombak
PANGI : Nama pohon
PANITA : Tangannya berguna
PANJI : Bendera, tanda kebesaran
PANULI : Kuas lukisan
PARGATA : Pelindung
PARISYA : Perisai
PARTAYA : Yang dipercaya
PARWA : Sebagian
PARWAKA : Bulan separuh
PATAH : Pancuran air hujan
PAWANA : Suci
PERMANA : Mengetahui secara jelas
PETI : Hitam
PIHARSA : Mendengarkan
PINADA : Menyamai
PINTA : Selalu memohon
PINI : Diketahui
PINTEN : Jelas dan nyata
PIPIT : Berhimpitan
PIRATA : Jiwa
PITALOKA : Yang telah berlalu
PRADAYA : Bertujuan
PRAGATA : Cepat
PRAHASANA : Menggairahkan
PRAKAWI : Benar-benar mengetahui
PRAKOSA : Hebat, garang
PRANAJAYA : Bernafas panjang
PRAPTAMA : Pencapaian utama
PRASADA : Bangunan megah serta mewah
PRASAYA : Memohon karunia
PRASISTA : Kenyataan, telah terbukti
PRASTYA : Berjanji, bersumpah
PRATAMA : Paling ulung
PRATISARA : Pejuang di garis depan
PRATISTA : Berdiri secara mantap
PRAWALA : Petunjuk, lambing
PRAYAGATI : Bersiaga dalam tindakan
PRISADI : Bangunan yang menjulang tinggi
PRIYAKA : Sejenis tanaman
PUSPA : Kembang, bunga
PUNAGI : Ketetapan hati yang diikrarkan
PURASANI : Jenis logam besi
PURWAKA : Lebih dahulu

[ R ]
RADIN : Dibersihkan dari noda
RADINKA : Telah menyelesaikan
RAGI : Kain tenun
RAHAGI : Bersinar
RAJASWA : Milik raja
RAJENDRA : Sangat tampan
RAKSAKA : Penjagaan yang ketat
RAMBANG : Meliputi banyak hal
RAME : Menyenangkan
RANANTA : Merantai
RANCAP : Menyerbu lawan
RANDI : Kain sutera merah
RANGIN : Perisai
RANGKUNG : Bungkuk
RANGGA : Bunga
RANGSANG : Menyerang
RANJANA : Bergembira
RANJING : Menguasai
RANTA : Rantai
RANTI : Rangkaian bunga
RANU : Danau, kolam
RAPI : Kain
RARA : Gadis, perawan
RARAS : Emosi cinta
RASAGAMA : Lebih baik
RASAMALA : Sejenis tumbuhan khas
RASI : Kuantitas
RASMI : Bersinar
RASMINI : Yang bersinar
RAWAT : Permulaan
RAYI : Adi
RAYUNG : Dayung, sirip
REMBYA : Terbentang
REMBYUNG : Subur
RENA : Ibu
RENIK : Halus dan berbentuk
RENANTA : Istri
REPI : Tertulis
RINDI : Bola
RINI : Tajam
RIRIS : Gerimis
RUCI : Cerdik
RUHUR : Berada di atas
RUJITA : Yang terkoyak
RUKMA : Yang cemerlang
RUKMAMAYA : Bayangan yang berkilau
RUKMASARA : Seperti emas
RUKMAWATI : Terbuat dari emas
RUKMI : Emas
RUM : Daya tarik, keindahan, kecantikan
RUPADA : Berbentuk
RUPAKARA : Mengubah

[ S ]
SABALA : Kuasa
SADAMA : Merendahkan
SADINA : Pemilik kebaikan
SADUBUDI : Sangat luhur budinya
SAGALA : Lengkap
SAGILA : Mendekati, sangat dekat
SAGUNA : Mempunyai sifat baik
SAHASIKA : Pemberani
SAJI : Keperluan upacara
SAKA : Tonggak, tiang
SAKARA : Mengerjakan dengan mudah
SAKTIKA : Kekuasaan spiritual
SAKURA : Lintah
SAKUTA : Pertolongan
SALAGA : Kuncup bunga
SALWA : Seperti
SALWAKA : Seperti perak
SALJA : Landak
SAMADI : Penenangan pikiran
SAMANI : Berharga seperti permata
SAMANTA : Pemimpin daerah
SAMARA : Pertemuan
SAMAS : Empat ratus; penolong orang miskin
SAMBARANA : Rendah hati
SAMBITI : Yang tinggi
SAMBITA : Nama bunga
SAMIRI : Yang tertutup tirai
SAMITA : Berukuran sama
SAMPAR : Pukulan
SANA : Tempat, kediaman
SANDANG : Pakaian
SANDUNG : Menggoyang
SANTANA : Keturunan
SAPTAPADI : Mempunyai tujuh sarana
SAPURATI : Siap untuk kawin
SARABA : Keadaan siap
SARAH : Dalam segala hal
SARIP : Menggali
SARIBAN : Dididik, diasuh
SARIRA : Tubuh; diri pribadi
SARINAH : Riang dan bersemangat
SARITA : Tindakan
SARJA : Menarik, disusun secara baik
SARJIWA : Tulus hati
SARU : Bersuara keras
SARWARSA : Keseluruhan
SARWI : Sambil, supaya
SASMARA : Bermain asmara
SATMIKA : Menyatukan budi dan jiwa
SATYAWATI : Kepandaiannya setulus hati
SEMI : Tunas, tumbuh
SEMU : Nampak sebagian
SENDANG : Kolam, sumber air
SENENG : Yang dicintai
SENG : Kilauan cahaya
SESTAWA : Mengecam
SETRA : Padang, hamparan
SEWALA : Lumut
SIDIK : Waspada
SIGRA : Bertindak cepat
SILADRI : Gunung batu; halilintar
SILIH : Bergantian
SINGGIH : Kesungguhan
SIPI : Sangat tinggi derajatnya
SIPTA : Tanda yang penuh arti
SODAMA : Kunang-kunang
SUBANI : Nama bunga
SUBAL : Bertingkah kasar
SUBALA : Sangat kuat
SUCITA : Berbudi utama
SUDAKARA : Bersinar putih
SUDANA : Harta benda
SUDANTA : Sangat pandai
SUDIPTA : Cemerlang
SUGANDA : Berbau harum
SUJATI : Sehat
SUKAT : Berisi, daya tampung
SUKI : As, pusat roda
SULASIH : Tumbuh-tumbuhan semak
SULI : Sulaman yang indah
SULUH : Penerangan
SUMA : Kesal
SUMANTRI : Penasehat
SUMARGA : Jalan yang baik
SUMBI : Saling membantu
SUMILAH : Berseri-seri
SUMINA : Bercahaya
SUNGKAWA : Patah hati
SUPADI : Keperluan
SUPATA : Kutukan
SUPATNI : Istri
SUPITA : Kuning sekali
SURAGA : Permadani
SURASA : Enak, sedap
SURAT : Garis yang tertulis
SURENDRA : Sangat tampan
SUSARA : Sangat kuat
SUSENA : Tentara yang tangguh
SUTALA : Surga di bawah bumi
SUTAPA : Pertapa

[ T ]
TADAKARA : Jatah
TADASIH : Merindukan bulan
TAHA : Keprihatinan
TAKI : Mempraktekkan
TAKSA : Sayap
TAKWAN : Pertanyaan
TAMI : Tamu, jamu
TAMPING : Perbatasan
TANDES : Akhir tujuan
TANTA : Benang
TARAKA : Bintang, bermata bintang
TARANG : Tembus pandang; sarang unggas
TAWIN : Melindungi
TAWUNG : Membatasi
TAYA : Ketiadaan
TAYANA : Tidak ada sama sekali
TAYUNG : Berdiri condong
TAYURA : Gelang tangan
TIKAH : Prilaku
TIKTA : Hati yang dalam
TILAS : Yang ditinggalkan
TILEM : Malam yang gelap
TILING : Condong
TINGKAH : Merencanakan
TITAH : Mempunyai rencana
TOTOK : Ketukan
TOWOK : Tombak, lembing
TULAKSAYA : Di luar keseimbangan
TULUS : Sempurna
TULYA : Sebading
TUMUWUH : Tumbuh
TUNDA : Bertumpuk
TUNGGAL : Satu
TUNTUN : Bimbingan
TURAH : Yang masih tersisa
TURANGGA : Kuda
TURIDA : Cinta, dilanda cinta
TURNA : Dengan cepat
TUSTA : Bahagia
TUSTI : kepuasan
TUTUH : Gerak irama
TUTUK : Mulut, lubang
TUTUR : Lubuk jiwa yang paling dalam
TUTUD : Hati
TUWUH : Hidup
TUWUK : Puas
TYAGA : Pemberian

[ U ]
UBHAYA : Memiliki dua cara
UBHAYAHITA : Menjadikan merah berpijar
UDAYANA : Pola
UDDHARA : Mengadakan seleksi
UDIYANI : Kebun raja, taman permaisuri
UGRAHA : Dihormati
ULUNG : Burung elang
UMAH : Tempat tinggal
UMBAR : Membebaskan
UMBARA : Memperhatikan
UMBUL : Muncul
UNI : Suara
UNTARA : Naik
UPADA : Penyamaran
UPAKARI : Pelayanan
UPARENGGA : Perhiasan
UPIH : Kelopak bunga
URA : Tersebar

[ W ]
WACAKA : Dibicarakan
WACANA : Pelajaran
WACIKA : Tanpa keraguan
WADAH : Tempat penyimpanan
WADAKA : Menekan
WADANA : Wajah, air muka
WADYA : Bala pengiring
WAGMI : Baik tutur katanya
WAGINDRA : Baik bahasanya
WAGISWARI : Ahli bicara
WAGUS : Tampan
WAHIL : Keras kepala
WAHIRI : Persaingan
WAHYAKA : Yang bersifat lahiriah
WAJA : Gigi
WAJENDRA : Raja
WAJU : Pakaian
WAKYA : Mengajarkan
WALANTAGA : Bendera, umbul-umbul
WALAYA : Gelang, cincin
WALIKRAMA : Upacara sesaji
WANGKAWA : Berkilauan di angkasa
WANGSI : Seruling
WANGSUL : Kembali
WANGUN : Bentuk
WANI : Kegagahan
WARA : Obyek pilihan; harapan
WARABRATA : Ibadah yang unggul
WARANGGANI : Berwajah elok
WARJI : Bermesraan
WARJITA : Cacing
WARJITAH : Ditinggalkan
WARSAJANA : Doa restu
WARSIH : Merasa telah cukup
WASTHA : Memiliki gelar
WATARA : Kurang lebih
WATSI : Banteng
WAWANG : Angkasa
WAYA : Berada
WEDYAWATI : Ahli obat-obatan
WEKA : Anak laki-laki
WELAS : Simpan
WELING : Pesan
WENANG : Memiliki kekuasaan
WENI : Pasir
WICITRA : Bermacam-macam
WIDA : Bedak, pupur
WIDARA : Nama tumbuh-tumbuhan
WIDASARI : Tumbuh-tumbuhan yang menjalar
WIDU : Pemain, penari
WIDURI : Permata, batu mulia
WIDYATIH : Halilintar
WIGA : Kejam
WIGAR : Bersemangat
WIJAH : Sangat gembira
WIJANG : Dada
WIJIL : Tampil
WIKALPA : Berselang-seling
WIKARA : Penyimpangan
WIKASITA : Mekar
WIKSA : Pengetahuan
WIKSITA : Menyedihkan
WILAYA : Genit
WILALUNG : Tinggi besar
WILANTI : Perangkap
WILIS : Keluar dengan segar
WINATRA : Membagi secara rata
WIRA : Laki-laki pemberani
WIRAGA : Bunga melati
WIRAPATNI : Istri pahlawan
WIRASENA : Kumpulan para pemberani
WIRASMI : Tidak bersinar
WIRASTUTI : Sangat terpuji
WIRYAMANTA : Penuh semangat
WIRYATEJA : Mempunyai keberanian & kecemerlangan
WIRYAWAN : Berderajat dan berkedudukan tinggi
WISATAGATI : Bergerak dengan cepat
WISATA : Bergerak dengan bebas
WITADYA : Melakukan apa yang ada di depannya
WIYATI : Langit
WRISADI : Paviliun
WRUHANA : Mengerti; dimengerti
WULUNG : Hitam; burung elang
WURSITA : Terhormat
WUSMAYA : Bingung
WUNI : Rahasia

[ Y ]
YADI : Meskipun
YAN : Karena
YANA : Bergerak
YATALANA : Bersenang hati secara bebas
YATAYUKTI : Serasi, cocok sekali
YODHA : Pejuang, prajurit
YOJYA : Disatukan
YONI : Sempurna
YOWATI : Remaja
YUDANTA : Dalam peperangan
YUGALA : Pasangan yang serasi
YUKTI : Kecocokan

http://thesecretgardenofme.multiply.com/journal/item/3/Arti_Nama_dalam_Bahasa_Kawi

Sabtu, 13 Agustus 2011

Pasukan Penyerbu Osama bin Laden yang Tak Bisa Berbicara Lagi

Satu demi satu pasukan komando yang menyerbu kompleks peternakan milik David Koresh dalam Tragedi Waco tahun 1993 yang menewaskan belasan anak-anak tak berdosa itu meninggal secara misterius. Ini adalah cara untuk membungkam kebenaran peristiwa mengenaskan ini dari kemungkinan terbongkar oleh mulut-mulut anggota pasukan komando itu. Hal yang sama terjadi pada para anggota pasukan komando sEAL Team 6 yang disebut-sebut sebagai pasukan yang menyerbu dan membunuh Osama bin Laden beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diberitakan di berbagai media massa, pada tgl 6 Agustus lalu sebuah helikopter militer Amerika jatuh di Afghanistan menewaskan 31 personil militer Amerika, 20 di antaranya anggota komando SEAL Team 6. Menurut informasi, Team 6 adalah tim paling elit dalam komando SEAL yang hanya melakukan operasi-opesi militer paling sulit dan kompleks, rahasia, dan sering harus melanggar hukum internasioal.

Keterangan resmi Amerika menyebutkan kecelakaan itu disebabkan tembakan rudal Taliban. Kejadian sebenarnya jauh dari keterangan itu, dan Amerika sangat berpengalaman dalam hal-hal seperti ini.

Telah menjadi pengetahuan luas di kalangan inteligen internasional bahwa Osama bin Laden telah meninggal jauh-jauh hari karena penyakit. Pada bulan Maret 2000 majalah Asia Week memberitakan masalah kesehatan Osama, menyebutnya menderita sakit ginjal akut yang mengancam jiwanya. Sebelum peristiwa WTC 11 September 2001, ia yang merupakan agen rahasia CIA sejak invasi Uni Sovyet atas Afghanistan tahun 1979, menjalani perawatan di rumah sakit militer Amerika di Dubai. Pada saat itu Osama dirawat oleh tim kesehatan pimpinan Dr. Terry Callaway.

Saat itu bin Laden menginap di salah satu ruang VIP Suite, menerima kunjungan keluarga dan teman-temannya dari keluarga raja-raja dan Emir Arab. Pada saat itu seorang anggota CIA yang beroperasi di Dubai mengunjungi ruangan Osama. Beberapa hari kemudian anggota CIA itu membual kepada beberapa orang tentang pertemuannya dengan Osama. Pada tgl 15 Juli 2000 atau sehari setelah Osama kembali ke Pakistan, sang agen ditarik ke Amerika.

Apa yang dikatakan Amerika tentang kematian Osama bin Laden beberapa waktu lalu sungguh menggelikan. Tidak ada bukti forensik, foto, dan mayat yang dikubur di dasar laut. Apa yang terjadi dalam drama kematian Osama bin Laden oleh serangan pasukan SEAL di Abbottabad, Pakistan merupakan bagian dari operasi inteligen psikologi terbesar paling mematikan, mahal, dan lama, "War on Terror."

Dan kini para anggota SEAL Team 6 telah meninggal. Mayat-mayat tidak akan berbicara.

Sumber:
"Inside Scoop: Shot Down Black-Op Seals Won't Be Talking Now"; Julis Sequerra; Before It's News; 7 Agustus 2011

Diposkan oleh cahyono adi

Kamis, 11 Agustus 2011

Pendidikan Jihad ala AS

Oleh Dina Sulaeman

Dalam sebuah lokakarya nasional yang beberapa waktu lalu saya ikuti, seorang pejabat dalam presentasinya, (mungkin) secara bercanda, berkata, “Yah, biasalah kayak di kampus-kampus, hidup mati adalah jihad.” Mungkin saja dia bercanda, menyindir orang-orang kampus yang semangat keislamannya tinggi dan menjadikan hidup-matinya sebagai jihad. Tapi, apa makna kata ‘jihad’ yang dipakai si pejabat ini? Jihad dalam arti konsistensi, bersungguh-sungguh, bekerja keras menjalani hidup agar selalu di jalan yang diridhoi Allah, atau ‘jihad’ yang sering dicitrakan oleh media propaganda Barat?
Sejak peristiwa 9/11, banyak orang yang masih terus terseret arus propaganda Barat: bahwa Islam adalah sumber terorisme, bahwa ajaran jihad adalah akar dari semua kekerasan di muka bumi. Apa dan bagaimana sebenarnya konsep jihad dalam Islam, biarlah ulama yang kompeten menjelaskannya. Kali ini saya hanya ingin menginformasikan bahwa jihad ala Taliban sesungguhnya hasil ‘pendidikan’ AS. Para jihadist ala Taliban itu sesungguhnya adalah murid-murid ‘madrasah’ AS.
Dalam bukunya, “America’s War on Terrorism” (2005), Prof. Michel Chossudovsky, menguraikan data-data betapa AS-lah sesungguhnya pendidik para jihadist ala Taliban. Berikut ini beberapa kutipannya.
“AS menghabiskan milyaran dolar untuk menyuplai sekolah-sekolah di Afghanistan dengan buku-buku teks berisi gambar-gambar kekerasan dan ajaran Islam militan… Buku-buku utama yang diisi dengan diskusi tentang jihad dan gambar-gambar pistol, peluru, tentara, dan granat, telah masuk ke dalam kurikulum utama sekolah Afghanistan. Bahkan Taliban menggunakan buku-buku yang diproduksi AS.” (Washington Post, 23 March 2002)
“Iklan-iklan, dibayar dengan dana CIA, dipasang di koran-koran dan newsletters di seluruh dunia, menawarkan bujukan dan motivasi untuk bergabung dengan Jihad [Islami].” (Pervez Hoodbhoy, Peace Research, 1 May 2005)
“Bin Laden merekrut 4000 sukarelawan dari negaranya sendiri dan membangun hubungan yang dekat dengan pemimpin mujahidin yang paling radikal. Dia juga berhubungan dekat dengan CIA, … (Tapi) sejak September 11, [2001] pejabat CIA mengklaim bahwa mereka tidak memiliki hubungan langsung dengan Bin Laden.” (Phil Gasper, International Socialist Review, November-December 2001)
Berikut ini beberapa fakta penting terkait Bin Laden dan pendidikan jihad oleh AS, yang diungkapkan oleh Prof. Chossudovsky:
-Osama bin Laden, direkrut oleh CIA tahun 1979, yaitu pada masa paling awal ketika dimulainya ‘program pendidikan jihad’ oleh AS. Saat itu dia berusia 22 tahun dan dilatih di sebuah kamp gerilyawan yang disponsori CIA.
-Presiden Ronald Reagan bertemu dengan pimpinan Mujahidin di Gedung Putih tahun 1985. Pada era Reagan pula dimulai operasi rahasia untuk mendukung berkembangnya “fundamentalisme Islam”. Pelaku operasi ini pula yang berperan kunci saat peluncuran “Perang Melawan Terorisme Global” segera setelah Peristiwa 9/11. Kebijakan luar negeri era Reagan adalah mendukung “Islamic freedom fighters” (antara lain, AS mendukung Taliban -konon-untuk membebaskan Afghanistan dari penjajahan Soviet). Kini, mereka yang disebut “Islamic freedom fighters” itulah yang dilabeli sebagai “Islamic terrorists”.
Pertemuan Reagan-Mujahidin di Gedung Putih
sumber: www.globalresearch.ca
-Dalam usaha pendidikan jihad ala AS ini, AS bekerjasama dengan misi Wahabi dari Arab Saudi. Taliban berarti “pelajar”; yaitu pelajar di madrasah-madrasah yang didirikan oleh Wahabi dengan dukungan CIA. Sistem pendidikan di Afghanistan sebelum penjajahan Soviet adalah pendidikan sekuler. Namun, sejak dimulainya operasi rahasia CIA dalam pengembangan fundamentalisme Islam, jumlah madrasah bertambah pesat. Pada tahun 1980, jumlah madrasah hanya 2.500, hingga kini meningkat jadi lebih dari 39.000.
- ISI (agen rahasia Pakistan) juga terlibat dalam operasi CIA ini dengan cara merekrut dan mentraining Mujahidin. Dalam era 1982 hingga 1992, terhitung 35.000 muslim dari 43 negara-negara muslim di seluruh dunia direkrut ISI untuk berjihad di Afghan. Di Pakistan juga didirikan madrasah-madrasah yang didanai Arab Saudi dengan dukungan AS, untuk “inculcating Islamic values” (menanamkan nilai-nilai Islam).
Pertanyaannya, Islamic value yang mana?
Ketika akhirnya Taliban berkuasa, dunia disodori jenis pemerintahan Islam yang mengerikan: perempuan diwajibkan mengenakan burqa, dilarang sekolah dan bekerja, perempuan lebih baik mati daripada ditangani oleh dokter laki-laki, kekayaaan arkeologi Afghan, yaitu patung Budha Bamiyan, dihancurkan, dll. Ketakutan menyebar ke seluruh dunia. Islam identik dengan kekerasan, penindasan, fanatisme buta, brutalitas, anti-toleransi.
Puncaknya adalah ketika teror 911 terjadi. Tanpa penyelidikan lebih dahulu, Bush langsung menuduh Bin Laden sebagai pelakunya, meskipun sejumlah pertanyaan penting masih belum terjawab: bagaimana sebuah kelompok ‘primitif’ dari gurun Afghanistan bisa merancang sebuah aksi teror supercanggih? Bagaimana pesawat-pesawat itu bisa lolos dari radar dan sistem pengamanan udara supercanggih AS sehingga bisa membelokkan jalur penerbangan dan menabrak WTC? Bagaimana mungkin ‘hanya’ satu pesawat bisa merontokkan sebuah gedung sangat tinggi dan sangat perkasa seperti WTC? Tidak pernah ada jawaban resmi dari AS. Jawaban yang diulang-ulang hanyalah: Al Qaeda-Taliban-Bin Laden adalah pelakunya. Jaringan ‘teroris Islam’ ada di seluruh dunia, karena itu perang melawan terorisme harus dilancarkan di seluruh dunia.
Propaganda tentang teroris Islam terus dilancarkan hingga hari ini. Baru-baru ini, ketika teror terjadi di Norwegia, dalam sekejap tudingan langsung ditujukan kepada “teroris Islam”. Tak ada kata maaf dari media-media massa Barat yang terlanjur menuduh itu, ketika akhirnya terbukti bukan orang muslim yang melakukannya.
Ironisnya, sebagian kaum muslimin pun termakan propaganda ini dan menentang keras (atau minimalnya sinis) pada segala sesuatu yang berbau pemerintahan Islam. AS pun dianggap sah-saja hadir di Afghanistan, Iran, Irak, Libya, dan di seluruh dunia Islam, untuk membebaskan masyarakatnya dari ‘ketertindasan’.

Note: tulisan saya ini pernah dimuat di IRIB

http://dinasulaeman.wordpress.com/2011/08/08/pendidikan-jihad-ala-as/

Sabtu, 09 Juli 2011

TIPUAN PERBANKAN, JELAS DAN GAMBLANG

Jika seseorang memiliki satu mobil dan menjualnya kepada lebih dari 1 orang, orang tersebut dianggap sebagai penipu dan bakal dijatuhi hukuman.

Bank telah melakukan hal yang sama hanya dengan cara yang lebih rumit dan canggih, selama bergenerasi-generasi.

Pernahkah kita bertanya darimana bank-bank mendapatkan uang. Saat mereka memberikan pinjaman uang, darimana uang itu datang?

Menurut Frederic Soddy, mantan profesor Oxford University, bank adalah:

“Lembaga yang seolah-oleh meminjamkan uang namun sebenarnya tidak, mereka menciptakan uang. Dan saat pinjaman itu dilunasi, mereka menghilangkannya sekaligus mendapatkan sesuatu yang secara hukum fisik tidak mungkin terjadi. Mereka tidak saja mendapatkan sesuatu dari "udara hampa" namun sekaligus mendapatkan bunga darinya."

Jadi bank menciptakan uang dari "udara hampa" dan membebani Anda, para nasabah, dengan bunga "menghancurkan" Anda jika gagal membayar.

Pada tahun 1694, tahun dimana Bank of England (bank sentral pertama di dunia, bukan lembaga pemerintah sebagaimana disangka kebanyakan orang, melainkan milik para bankir swasta) terbentuk, William Patterson, seorang ahli keuangan secara terbuka mengatakan: “Bank ini mendapatkan keuntungan dari bunga atas semua uang yang mereka ciptakan dari udara hampa."

Pada tgl 25 Juni 1863, Rothschild bersaudara mengirimkan sepucuk surat kepada Messers Ikleheimer, Morton dan Vandergould di Wall Street nomor 3, New York untuk menciptakan sistem seperti di Amerika, dengan kalimat sbb.

"Segelintir orang yang memahami sistem ini akan sangat tergiur dengan keuntungan yang ditawarkan atau akan sangat tergantung padanya sehingga tidak akan ada penentangan dari kelompok ini. Sementara di sisi lain, sebagian besar masyarakat secara mental tidak akan percaya pada keuntungan besar dan mudah yang kita peroleh kita dari sistem ini, mereka akan rela menahan kerugian mereka tanpa protes atau bahkan mungkin tanpa kecurigaan sama sekali bahwa sistem ini telah menipu mereka."

Untuk memahami kejahatan perbankan dan keuntungan para bankir, berikut adalah ilustrasinya. Bayangkan Anda adalah seorang yahudi pengrajin emas di abad pertengahan yang oleh orang-orang diberi julukan Goldsmith. Anda harus seorang yahudi karena hanya merekalah yang mau dan diperbolehkan oleh agamanya untuk menjadi rentenir, pekerjaan yang kelak dilakukan para bankir.

Kala itu belum ada uang kertas, semuanya dalam bentuk logam mulia. Karena pekerjaan Anda, orang-orang banyak menitipkan emas dan logam mulia miliknya kepada Anda dengan imbalan upah tertentu.

Suatu hari Anda melihat tumpukan emas itu dan berfikir untuk memanfaatkannya demi keuntungan Anda. Anda pinjamkan sebagian emas itu kepada orang yang membutuhkan dengan imbalan bunga. Dan setelah jangka waktu tertentu Anda mendapatkan kembali emas yang dipinjam tersebut plus bunganya. Semakin banyak Anda menyisihkan emas milik orang itu untuk dipinjamkan semakin banyak Anda mendapatkan keuntungan berupa bunga.

Kemudian Anda berfikir untuk mendapatkan keuntungan lebih besar. Bukankah selama ini sertifikat yang Anda keluarkan sebagai jaminan adanya deposito emas di tempat Anda telah diterima masyarakat sebagai pembayaran (uang kertas pertama)? Maka untuk selanjutnya Anda cukup memberikan sertifikat untuk emas yang Anda pinjamkan. Lebih Aman bagi Anda karena Anda masih bisa berbisnis meski tiba-tiba saja semua emas yang dititipkan orang diambil kembali oleh pemiliknya, sepanjang orang menyangka Anda masih punya simpanan emas. Dan setelah jangka waktu tertentu Anda melihat keajaiban, untuk selembar kertas yang Anda keluarkan, Anda mendapatkan setumpuk emas atau harta riel lainnya senilai nominal yang tercantum di dalam sertifikat plus bunganya. Jumlah harta yang Anda dapatkan itu hanya bisa dibatasi oleh kesanggupan Anda mencetak sertifikat (uang kertas). Tentu saja Anda tiba-tiba saja menjadi orang paling kaya di dunia karena tidak ada orang seberuntung Anda.

Setelah Anda tua, Anda mewariskan bisnis Anda kepada anak-anak Anda, dan Anda mewasiatkan mereka untuk menjaga kekayaan keluarga Anda erat-erat. Dan setelah tahun demi tahun, dekade demi dekade dan abad demi abad, kekayaan keturunan Anda menjadi tidak terhitung. Dan karena uang adalah kekuatan paling besar di dunia serba materialistis ini, Anda secara efektif menjadi penguasa dunia. Anda mengendalikan bisnis, ekonomi, politik, hingga sosial budaya global.

REf:
"Fractional Banking Explained"; Dave Starbuck, thetruthseeker.co.uk; 25 Juni 2011

Diposkan oleh cahyono adi

Fakta-fakta Tentang Anak Yang Pemalu

Pada dasarnya manusia sejak dari lahir telah memiliki sedikit perasaan malu, namun jika perasaan itu berubah menjadi rasa takut yang sifatnya berlebihan dan tidak rasional, maka hal itu akan menjadi suatu fobia, yaitu takut menghadapi tekanan dari orang lain atau ketakuan bersosialisasi. Anak yang pemalu sering menghidar dari pergaulan masyarakat dan terlihat pasif

Tidak mudah untuk mendeteksi seseorang yang pemalu, begitupun ketika seorang guru menilai murid muridnya, karena pada umumnya anak-anak ini bukanlah tipikal anak yang suka membuat rusuh dan gaduh. Sifat pemalu yang ekstrim bisa menjadi masalah yang sangat besar bagi si anak kelak. Mereka akan terhambat di dalam pergaulan, cara belajar, dan penyesuaian diri dengan lingkungannya. Ciri utama yang biasanya terlihat pada anak adalah kesulitan untuk bergaul, terlihat terisolir dan murung.

PENYEBAB MASALAH

1. Unsur Keturunan

Keturunan menjadi faktor tidak langsung dan belum pasti. Si anak yang sensitif mungkin disebabkan oleh pembawaan si ibu ketika anak masih di dalam kandungan. Namun ini belum bisa menjadi penyebab pasti jika anak nanti akan menjadi tipikal orang yang sensitif

2. Masa Kanak-kanak Kurang Gembira

Masa kanak-kanak nampaknya tidak selalu merupakan hal yang sangat membahagiakan. faktanya bagi sebagian anak, masa kanak-kanak bisa jadi merupakan masa suram jika mereka mengalami hal-hal menyakitkan dan traumatik seperti misalnya orang tua sering berpindah tempat tinggal, perceraian orang tua, orang tua meninggal dsb. Mau tidak mau pengalaman-pengalaman ini akan menjadi lukisan kelam di diri si anak yang kalau tidak diterapi akan berakibat lebih buruk di masa mendatang.

3. Kurang Bermasyarakat

Biasanya sifat ini timbul jika sang anak dibesarkan di lingkungan keluarga yang tertutup atau mengasingkan diri dari pergaulan termasuk jika si anak dibesarkan oleh orang tua yang terlalu mengekang. Untuk itu disarankan agar orang tua belajar lebih mendekatkan diri kepada anak untuk kebaikan psikologis si anak nantinya.

4. Perasaan Rendah Diri

Perasaan rendah diri ini mungkin disebabkan oleh keadaan fisik anak yang kurang sempurna misalnya jika tubuh mereka lebih pendek dari teman-temannya, atau punya kebiasaan yang jelek, sehingga mereka cenderung untuk menutupinya dengan cara menyendiri atau menghindari pergaulan dengan orang lain. Karena menganggap diri sendiri tidak selevel dengan teman-teman lainnya, tipikal anak ini tidak akan suka memperlihatkan diri di keramaian.

5. Pandangan Orang Lain

Banyak anak yang menjadi pemalu karena image yang ditanamkan orang-orang dewasa. Ketika orang dewasa mengatakan seorang anak pemalu, dan diulangi oleh orang-orang dewasa lainnya maka pemahaman ini akan mudah meresap ke dalam jiwa si anak. Akhirnya si anak bisa benar-benar menjadi pemalu.

Walaupun beberapa anak cenderung pemalu, sebenarnya anak-anak ini berbakat unggul di bidang sains dan teknologi. Atau bahkan mereka bisa menjadi seniman-seniman hebat kelas dunia karena mereka memiliki kepekaan perasaan yang lebih baik daripada anak-anak lainnya. Niscaya jika dididik dengan baik, anak-anak ini bisa menjadi orang besar dengan cinta kasih terhadap sesamanya

Rabu, 27 April 2011

Taufik Ismail pun Dihina dan Dilecehkan Hanung Bramantyo

(Wawancara dengan tokoh sastrawan Taufik Ismail tentang Hanung Bramantyo)

Tip buat para sineas pemula: buatlah film tentang Islam liberal, maka dijamin para produser, media massa dan tokoh-tokoh "demokrat" "liberal" akan bahu-membahu mendukung Anda dan dijamin film Anda akan lancar distribusinya, dan mungkin bahkan akan mendapatkan hadiah Piala Citra. Film Anda akan dipuja-puji di berbagai media massa sebagai karya "pencerah", "jujur" dan "revolusioner progresif". Apalagi jika karya Anda disisipi adegan-adegan yang melecehkan simbol-simbol dan nilai-nilai Islam serta menyelipkan pesan-pesan moral ajaran komunisme, seksualisme dan kekerasan. Jika beruntung Anda bahkan bisa mendapatkan penghargaan Grammy Award dan Nobel sastra.

Dan jika karya itu jadi dibuat, Anda akan mendapatkan para artis dan aktor top berbaris untuk membintangi film Anda. Namun jangan harap mereka bernama Muhammad, Ali, Hussein, dan Zainab, melainkan Miller, Sinclair, Cartwright hingga Sharon, yang pusarnya bertindik dan tubuhnya ber-tatto. Atau seorang murtad sebagaimana pemeran utama tokoh pendiri Muhammadiyah, Ahmad Dahlan, dalam film "Sang Pencerah". Atau seorang gay dan lesbian yang baru saja mendapat penghargaan Panasonic Award sebagai artis sinetron terbaik.

Hanung Bramantyo tahu benar tips tersebut, dan karenanya meraih "sukses".

Saya pernah mengomentari sepak terjang Hanung di blog ini dalam post saya berjudul "Ada Apa dengan Hanung Bramantyo". Terlalu banyak sumpah serapah ingin saya tuliskan terkait film terbarunya "?". Namun singkat saja saya berikan komentar tentangnya merujuk pada pandangan para pendiri komunis tentang orang-orang yang terbuai oleh halusinasi komunisme: "useful idiot". Atau juga "liberal idiot", yaitu orang-orang yang terbuai dengan liberalisme di segala bidang. Atau juga "orang baru melek wawasan", yaitu orang-orang yang baru saja mendapatkan "wawasan baru" yang sedikit lebih luas dan menyangka wawasan tersebut adalah "pengetahuan yang telah mencakup segalanya".

Berikut saya postingkan satu artikel menarik tentang Hanung Bramantyo yang dimuat di blog bayugumay's blog tgl 22 September 2010:


-----------

Tampaknya bangsa ini tidak kapok-kapok dengan sepak terjang kaum Komunis yang telah membunuh 100 juta manusia di 76 negara seluruh dunia selama 74 tahun kekuasaannya (1917-1991), atau 1,350 juta orang pertahun atau 3.702 orang perhari, sebagaimana disebutkan Taufiq Ismail dalam bukunya “Katastrofi Mendunia, Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma dan Narkoba”. Sementara di Indonesia kaum Komunis telah dua kali menggerakkan kudeta (1948 dan 1965) yang akhirnya gagal total. Meski tindakannya selalu brutal dan menghalalkan segala cara, ternyata masih ada manusia Indonesia yang menjadi pengagum Komunisme bahkan berusaha memperjuangkannya melalui film-film yang selama ini dibuatnya, seperti yang dilakukan sutradara muda, Hanung Bramantyo, suami aktris Zaskia Adya Mecca, yang merupakan istri keduanya setelah ribut di Pengadilan Agama dengan istri pertama.

Adapun film garapan Hanung yang sangat kental bau Komunisnya sekaligus Sepilis (Sekularis, Pluralis dan Liberalis) serta menghina Islam adalah "Perempuan Berkalung Sorban" (PBS). --- Saking kagumnya dengan komunis, sampai-sampai ringtone hand phone Hanung bernada lagu khas Gerwani PKI, "Genjer-Genjer". Hanung juga pernah membuat film yang sangat kental bau komunisnya berjudul "Lentera Merah" yang diplesetkan menjadi "Tentara Merah".

Film yang dibintangi aktris Revalina S Temat (Annisa) tersebut diambil dari Novel PBS karya Abidah El Khaleqy. Novel PBS sebelumnya mendapat penghargaan dari The Ford Foundation, sebuah NGO yang memperjuangkan faham Sepilis dan dikendalikan kaum Zionis Yahudi AS. Film tersebut mengisahkan kebobrokan pesantren dan kiyainya. Pesantren dan kiyainya dicitrakan kotor, sumber penyakit, sangat bengis, mudah main pukul, mengekang perempuan, mengekang hak berpendapat, menempatkan perempuan pada martabat yang rendah, suka main bakar buku-buku komunisme, suka main hukuman rajam secara serampangan dan sebagainya.

Dikisahkan, seorang santriwati yang juga putri kiyai pesantren, Annisa, dan tinggal di kompleks pesantren, frustasi karena ulah suaminya yang juga anak seorang kiyai yang sering melakukan kekerasan, akhirnya memutuskan untuk kembali dalam pelukan mantan pacarnya, Khudori, seorang alumnus sebuah perguruan tinggi di Kairo, Mesir. Bahkan Annisa yang sudah kebelet, mengajak Khudori untuk melakukan adegan ranjang di sebuah kandang kuda di pesantren tersebut, padahal kandang itu penuh dengan kotoran kuda. “Zinahi aku…Zinahi aku…!”, desak Annisa kepada Khudori sambil melepaskan jilbab dan pakaiannya satu persatu. Ketika kedua insan lain jenis dan bukan suami istri tersebut sedang melakukan perzinahan, akhirnya datang rombongan santri dan suami Annisa mengerebeknya. Lalu keduanya mendapat hukuman rajam dengan dilempari batu oleh para santri. Lemparan batu baru berhenti setelah ibu Annisa berteriak sambil mengatakan, “ yang boleh melempar batu hanya orang yang tidak pernah melakukan dosa!”, padahal tidak ada orang yang tidak pernah melakukan dosa. Kata-kata dari ibu Annisa ini jelas mengutip dari cerita Kristen dari Kitab Injil, dimana dikisahkan seorang pelacur, Magdalena, dihukum rajam dengan dilempari batu. Kemudian datang Nabi Isa (Yesus) untuk menyelamatkannya dengan mengatakan, “yang boleh merajam hanya yang tidak punya dosa”. Jadi selain berbau Sepilis dan Komunis, film PBS juga beraroma Kristiani dan berusaha menghancurkan Islam lewat pintu budaya melalui film.

Jelas dengan menampilkan hukuman rajam yang sebenarnya tidak ada dalam novel aslinya, Karl “Hanung” Mark ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk membenci syariat Islam dan pesantren, sebab sejak dulu pesantren merupakan basis terkemuka dalam melawan gerakan PKI di Indonesia. Padahal itu hanya utopia dirinya sendiri, sebab selama ini belum pernah ada satupun pesantren di Indonesia yang melakukan hukuman rajam kepada santrinya yang melakukan perzinahan. Seolah-olah pesantren merupakan negara dalam negara dengan menegakkan hukumnya sendiri. Jelas ini merupakan distorsi terhadap hukum Islam dan upaya mengadu domba umat Islam dengan pemerintah. Dengan membuat film PBS, sesungguhnya Karl “Hanung” Mark telah melakukan anarkhisme psikis, yakni melakukan penyerangan secara psikis terhadap umat Islam dan pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia. Karena dendam terhadap pesantren yang telah berjasa menghancurkan PKI, maka Hanung menyalurkan perlawanannya lewat film PBS. Hanung dengan sengaja telah menebar virus ganas Sepilis dalam film, tujuannya untuk menimbulkan citra buruk terhadap Islam dan umatnya sambil menebalkan kantong koceknya.

Sebagaimana dalam film "Lentera Merah", dalam film PBS Karl “Hanung” Mark all-out mendukung Komunisme alias PKI isme. Terbukti dalam film PBS ada adegan pembakaran buku-buku karya Karl Mark dan sastrawan kiri Pramoedya Ananta Toer seperti "Bumi Manusia", oleh para santri di lingkungan pesantren. Padahal dalam novel aslinya, jalan cerita tersebut tidak ada sama sekali. Bahkan buku-buku karangan Pramoedya seperti "Bumi Manusia" dan "Anak Segala Bangsa" sepertinya dijadikan bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya. Hal ini menunjukkan Hanung selain pengagum Karl Mark juga pengagum Pramoedya. Padahal banyak sastrawan sekaliber Pramoedya dan karya-karyanya malah lebih bermutu seperti Buya Hamka. Mengapa Hanung tidak menjadikan buku-buku Buya Hamba sebagai bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya, justru buku sastrawan yang pernah menghuni penjara di Pulau Buru itu dijadikan bacaan wajib. Dengan demikian, sudah sangat jelas dalam film PBS terdapat motif ideologi Komunis yang dimaksudkan untuk memperjuangkan kembali tegaknya Komunisme di Indonesia meski dalam bentuk lain.

Hanung mafhum betul bahwa satu-satunya jalan untuk mengembalikan ajaran Komunisme di Indonesia adalah mendiskreditkan ajaran Islam dan umatnya, dimana sasaran pertamanya adalah pondok pesantren yang selama ini menjadi basis kaum Nahdhiyyin dengan memojokkan para kiyai NU. Adapun sasaran berikutnya adalah mendiskreditkan para pemimpin Islam di Muhammadiyah. Sebab kedua Ormas Islam ini mempunyai pengikut terbesar di Indonesia. Maka tidaklah mengherankan jika Hanung akan meluncurkan film KH Ahmad Dahlan “Sang Pencerah” tepat pada pelaksaan Muktamar Muhammadiyah ke 46 di Jogjakarta 2-8 Juli ini. Namun anehnya justru para pemimpin Muhammadiyah tidak curiga sama sekali akan sepak terjang Hanung selama ini yang selalu mendiskreditkan Islam dan para pemimpin Islam seperti dalam film PBS. Sekarang sudah terbukti, pemeran utama sebagai KH Ahmad Dahlan dalam film “Sang Pencerah” adalah Lukman Sardi, putra seorang komponis muslim dan pemain biola kawakan Idris Sardi namun sekarang telah murtad dari Islam dan menjadi Kristen. (Idris Sardi menikahi Marini, seorang artis wanita yang dikenal sebagai turunan yahudi. Sedikit banyak Marini tentu telah mempengaruhi pandangan hidup Lukman; blogger).

Bayangkan, seorang ulama besar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan kok diperankan oleh seorang murtad, jelas ini suatu penghinaan terang-terangan terhadap Islam dan Muhammadiyah itu sendiri. Apa Ketua Umum dan 12 Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang terpilih dalam Muktamar nanti tidak malu ketika melihat pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dilecehkan dan direndahkan pribadi dan martabatnya oleh Karl “Hanung” Mark? (Saya memaklumi kalau Muhammadiyah tidak berani menolak film "Sang Pencerah". Beberapa waktu lalu serombongan pengurus Muhammadiyah berkunjung ke Israel atas undangan sebuah LSM zionis. Mereka ikut merayakan hari suci kaum yahudi, Hanukkah, dan menyalakan menorah, tempat lilin simbol kuno bangsa yahudi; blogger).

Berikut ini wawancara Tabloid "Suara Islam" dengan sastrawan, budayawan dan penyair kawakan yang telah melahirkan banyak karya lagu Islami dari Bimbo serta putra seorang ulama besar dari Pekalongan KH Ghofar Ismail, Taufiq Ismail, seputar film "Perempuan Berkalung Sorban" (PBS).

SI: Pak Taufiq, Anda sudah menonton film "Perempuan Berkalung Sorban"? Bagaimana kesan Pak Taufiq?

TI: Belum pernah selama saya ini menonton film, berapa puluh tahun lamanya, berapa ratus judul banyaknya, kalau dihitung-hitung sejak masa kanak-kanak dulu, berapa ya, sejak 63, 64 tahun lebih yang silam, belum pernah saya merasa dihina dan dilecehkan seperti sesudah menonton film Hanung ini.

SI: Lho, kok sampai begitu, ya Pak? Dihina?

TI: Ya! Di dalam film itu, semua pesantren dan semua Kiyai jelek. Situasi pesantren kumuh, Kiyai-kiyai dengan keluarga digambarkan buruk. Kelakuan tak terpuji. Terasa fikiran utama yang mendasari pembuat film ini adalah spirit mencari cacat, membuka noda, memberi tahu penonton, ini lho yang reyot-reyot, yang sakit-sakit, yang pincang-pincang dari ummat Islam, tontonlah! Begitu.

SI: Apakah ini film pertama yang Pak Taufiq tonton, yang terkesan menghina Islam ?

TI: Tentu saja bukan yang pertama. Banyak film yang melecehkan ummat Islam, langsung tidak langsung, kentara dan tidak kentara. Tapi film-film itu dibuat di negeri lain, oleh orang-orang bukan Islam, dan memang dengan niat culas. Nah, PBS ini dibuat di dalam negeri, oleh sutradara bangsa sendiri. Ternyata niatnya sama juga. Culas. Bagaimana kita bisa tahu bahwa niatnya culas ? Kalau niat Hanung baik, misalkan terhadap yang buruk-buruk itu dia mau mengeritik secara konstruktif, maka dia akan berikan perbandingan pesantren yang rapi indah, tidak kumuh dan dia tonjolkan tokoh Kiyai yang berwibawa, yang memancarkan sinar seperti lambang Muhammadiyah. Itu tak dilakukannya.

SI: Pak Taufiq, bagaimana jalan cerita film PBS itu, yang novel aslinya ditulis Abidah El Khaliqy ?

TI: Wah, saya tidak mau jadi petugas humas Hanung itu, menjelas-jelaskan jalan cerita filmnya untuk pembaca. Buat apa? Itu bukan kerja saya. Anda sebagai wartawan, tuliskan sendiri ringkasan ceritanya. Itu tugas anda. Mengingatnya saja sudah muak saya.

SI: Sudah sedemikian tidak nyamannya perasaan Pak Taufiq ?

TI: Bukan saja tak nyaman. Muak. Mual. Anak muda ini mau menunjukkan dirinya kreatif, super-liberal, berfikiran luas, tapi dengan mendedahkan kekurangan-kekurangan dan cacat-cela ummat, yang dilakukannya dengan senang hati. Bahkan mengarang-ngarang hal yang tidak ada. Misalnya bagaimana ? Misalnya diada-adakannya adegan rajam. Di pesantren tidak ada hukuman rajam terhadap pelaku zina seperti fantasi dalam kepala Hanung itu. Kemudian tokoh Nyai, isteri Kiyai lewat dialog memberi komentar tentang hal itu dengan mengutip Injil tentang Maria Magdalena. Apa hubungannya itu? Kenapa harus diambil dari khazanah Kristen? Pengambilan khazanah Kristen bisa saja, tapi baru masuk akal kalau sebelumnya ada pendahuluan "reasoning", ada pemaparan logikanya. Ini tidak ada. Mendadak saja, "ujug-ujug", kata orang Pekalongan. Kentara betul Hanung mau tampak hebat, memperagakan luas horison pandangannya. Sok betul. Sombong.

SI: Apakah di novel aslinya ada adegan rajam itu?

TI: "Mboten wonten, Mas". Tidak ada. Di sini terjadi improvisasi sutradara. Dan ini improvisasi yang kurang ajar. Maaf keras betul kalimat saya. Maaf. Di bagian ini Hanung tidak minta permisi pada novelis Abidah El Khaliqy, tidak "amit-amit". Dia main terjang saja. Dia tidak kenal etik.

SI: Apakah penambahan jalan cerita atau improvisasi harus izin novelisnya?

TI: Tidak harus begitu. Tergantung bentuk kontrak juga. Tapi sebagai sesama seniman dalam kreasi karya bersama begini, paling tidak harus ada diskusi. Diskusi tersebut dalam hal ini tidak ada.

SI: Bagaimana Pak Taufiq tahu?

TI: Saya pernah tanya Abidah. Mereka pernah ada diskusi tentang esensi cerita, mengenai feminisme, tentang kehidupan pesantren, tetapi mengenai rajam tidak ada.

SI: Lalu… Lalu bagaimana, Pak Taufiq?

TI: Lalu dia tabrak saja, jebret, bikin adegan rajam. Lantas fantasi dusta berikutnya yang menyolok adalah adegan pembakaran buku di pesantren itu. Di novel Abidah tak ada adegan pembakaran buku. Abidah lebih logis dan tidak sok seperti Hanung.

SI: Seingat saya pembakaran buku pengarang-pengarang anti komunis dilakukan PKI dan ormas-ormasnya di tahun 1964 atau 1965, betul Pak ?
TI: Betul sekali. Nah, di pesantren itu, di kelompok santri, ada diskusi buku. Dibicarakan tentang pengarang yang tertindas, ditahan tanpa diadili, tapi tetap kreatif, tetap menulis buku. Yang dimaksud adalah Pramudya Ananta Tur. Diperlihatkan kulit buku novel "Bumi Manusia", yang dilemparkan ke dalam unggun. Adegan ini dibikin-bikin, dan bodoh betul.

SI: Maksudnya? Pertama, adegan ini dalam novel tak ada. Jadi ini keluar dari otak Hanung sendiri, tanpa permisi novelisnya. Kedua, kalau dia betul-betul anak Muhammadiyah, maka pengarang yang tertindas, ditahan tanpa diadili 2,5 tahun, tapi tetap kreatif, menulis buku, maka pengarang itu adalah Buya Hamka. Bukan Pramudya. Yang wajib disebut adalah Buya Hamka. Hanung ini, yang mengaku-ngaku anak Muhammadiyah, ternyata buta sejarah perjuangan tokoh besar Muhammadiyah ini. Karya luar biasa Buya Hamka tersebut adalah Tafsir Al Qur’an "Al-Azhar", yang dirampungkannya dalam tahanan, selesai 30 juz, dikagumi seluruh dunia Islam.

SI: Kalau begitu Hanung keliru besar, menokohkan Pram dalam hal ini ?

TI: Sangat keliru ! Tapi memang pada dasarnya dia kekiri-kirian, mode anak muda zaman kini, tidak sadar mengangkat diri sendiri jadi agen muda Palu Arit. Lagi-lagi Hanung rabun sastra: Pramudya tahun 50-an 60-an dalam karya-karyanya sinis terhadap orang sholat, benci kepada haji. Tokoh-tokoh haji dalam novel-novelnya buruk semua: mindring, kaya, bakhil, membungakan uang. Tapi di luar ini semua, menjelang meninggalnya, tanda-tanda menunjukkan Pramudya khusnul khatimah. Alhamdulillah. Mudah-mudahanlah Pram beroleh hidayah. Allah berbuat sekehendak-Nya.

SI: Kembali kepada rasa tidak nyaman Pak Taufiq tadi…

TI: Lebih dari tidak nyaman. Muak. Mual.

SI: Silakan kalimat penutup, Pak.

TI: Saya merasa dihina dan dilecehkan oleh film "Perempuan Berkalung Sorban", disutradarai Hanung Bramantyo, yang menistakan lembaga pesantren dan tokoh Kyai, waratsatul anbiya, berlindung di balik topeng kebebasan kreasi dengan sejumlah improvisasi yang bodoh dalam semangat super-liberal. Para aktivis seni Marxis-Leninis-Stalinis-Maois saja di tahun 50-an 60-an tidak ada yang bisa membuat film pelecehan pesantren dan Kiyai seperti yang dilakukan Hanung di abad 21 ini. Kalau dia sudah beredar lima dasawarsa yang lalu, maka Hanung Bramantyo bagus diusulkan mendapat Bintang Joseph Stalin atau Anugerah Dipa Nusantara Aidit.***

DbClix


Oleh : Cahyono Adi
http://cahyono-adi.blogspot.com/2011/04/taufik-ismail-pun-dihina-dan-dilecehkan.html

Jumat, 08 April 2011

Sebelum Nonton Film, Baca Ini

Perlahan-lahan kami menjadi sadar. Beberapa tahun yang lalu, saya berjalan menuju kantor setelah kebaktian Minggu pagi untuk mencari kantong sandwich di meja yang berisikan tiga brownies coklat. Sekelompok orang bijak yang tidak dikenal yang tahu kalau saya suka coklat menaruhnya di sana, bersama dengan secarik kertas yang bertuliskan sebuah cerita. Saya segera duduk dan mulai memakan brownie pertama sambil membaca cerita berikut.

Dua orang remaja memohon izin kepada ayahnya untuk pergi ke bioskop menyaksikan film yang semua temannya telah lihat. Setelah membaca ulasan film itu di internet, sang ayah menolak permintaan mereka.

“Ayah, kenapa enggak boleh?” mereka mengeluh. “Ini film di atas 13 tahun kok, dan usia kami jauh di atas 13 tahun!”

Ayahnya menjawab, “Karena film itu mengandung adegan telanjang dan menggambarkan ketidaksopanan sebagai perilaku yang dianggap normal dan wajar.”

“Tapi ayah, semua itu hanya bagian kecil dari film! Itu kata teman-teman kami yang sudah melihat. Film itu dua jam lamanya, dan adegan seperti itu cuma beberapa menit dari keseluruhan film! Film ini berdasarkan kisah nyata, tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan, dan ada tema lain seperti keberanian dan pengorbanan. Ulasan film juga menyebutkan hal itu!”

“Jawaban ayah ‘tidak’, dan itu jawaban final. Kalian dipersilakan untuk tetap di rumah malam ini, ajak beberapa teman kalian, dan menyaksikan salah satu koleksi video bagus yang kita miliki. Tapi kalian tidak akan pergi dan nonton film itu. Akhir pembicaraan.”

Dua remaja itu berjalan sedih menuju ruang keluarga dan tiduran di sofa. Ketika mereka mengeluh, mereka terkejut mendengar suara ayah mereka yang sedang menyiapkan sesuatu di dapur. Mereka segera menyadari aroma lezat brownies yang dipanggang, dan salah seorang dari mereka berkata, “Ayah pasti merasa menyesal, dan sekarang ia berusaha untuk menebusnya dengan membuat brownies untuk kita. Mungkin kita bisa membujuknya dengan pujian ketika beliau keluar dan meminta izin kembali untuk pergi ke bioskop setelahnya.”

Waktu itu saya mulai memakan brownies kedua dari kantong sandwich dan berpikir apakah ada hubungannya antara brownies yang saya makan dengan membaca kisah brownies. Saya melanjutkan membaca.

Remaja itu tidak kecewa. Segera ayah mereka muncul dengan sepiring brownies hangat, yang ditawarkan kepada anak-anaknya. Mereka mengambil satu per satu.

Lalu ayah mereka berkata, “Sebelum kalian memakannya, ayah ingin mengatakan sesuatu: Ayah sangat menyayangi kalian berdua.”

Remaja itu saling tersenyum dan menatap. Ayah sudah melunak. “Itu sebabnya ayah membuat brownies ini dengan bahan-bahan terbaik sejak awal. Kebanyakan bahan-bahannya organik; tepung organik terbaik, telur terbaik, gula organik terbaik, vanila termahal, dan coklat.” Brownies itu nampak lezat dan para remaja itu mulai tidak sabar dengan ucapan panjang ayahnya.

“Tapi ayah ingin jujur kepada kalian. Ada satu bahan yang ayah tambahkan dan tidak biasanya ditemukan dalam brownies. Ayah mendapatkan bahan itu dari halaman belakang. Tapi kalian tidak perlu khawatir, karena ayah hanya menambahkannya sedikit untuk brownies kalian. Jumlahnya praktis tidak seberapa. Jadi lanjutkan makan dan ayah ingin tahu apa yang kalian pikirkan.”

“Ayah, maukah ayah beri tahu bahan rahasia itu sebelum kami lanjutkan makan?”

“Kenapa? Jumlah yang ayah tambahkan sangat sedikit. Hanya satu sendok penuh. Kalian bahkan tidak merasakannya.”

“Ayolah Ayah, katakan pada kami bahan apa itu.”

“Jangan khawatir! Bahannya organik, sama seperti yang lainnya.”

“Ayah?!”

“Baiklah kalau kalian memaksa. Bahan rahasia organik itu… kotoran anjing.”

Saya langsung berhenti mengunyah brownies kedua dan meludahkannya ke tempat sampah samping meja kantor saya. Saya melanjutkan membaca, dengan ketakutan di sisa paragraf.

Kedua remaja itu langsung menjatuhkan brownies mereka ke piring dan mulai memeriksa jari-jari mereka dengan takut.

“Ayah! Kenapa ayah lakukan itu? Ayah telah menyiksa kami dengan aroma brownies yang dimasak setengah jam lalu dan sekarang ayah memberi tahu dengan menambahkan kotoran anjing! Kami tidak mau makan brownies itu lagi!”

“Kenapa tidak? Jumlah kotoran anjing itu sangat sedikit dibandingkan dengan bahan lainnya. Tidak akan membahayakan kalian. Semua sudah tercampur dengan bahan lain. Kalian bahkan tidak merasakannya. Sama seperti brownies lainnya. Ayo, lanjutkan makan!”

“Tidak, Ayah, tidak akan!”

“Itulah alasan yang sama kenapa ayah tidak mengizinkan kalian pergi menyaksikan film itu. Kalian tidak tahan dengan sedikit kotoran anjing di brownies, tapi membiarkan sedikit ketidaksopanan di film itu? Kita berdoa agar Tuhan tidak memberi kita ujian, lalu kenapa kita yang berhati baik menghibur diri sendiri dengan sesuatu yang akan membekas dengan dosa dalam pikiran kita yang akan menggiring kita pada ujian setelah kita menyaksikan itu pertama kalinya?”

Saya membuang semua yang teringat pada brownies kedua, begitu juga brownies ketiga yang belum disentuh. Apa yang nampak lezat beberapa menit yang lalu menjadi menjijikkan. Hanya karena sedikit kesempatan, apa yang saya makan menjadi sedikit tercemar. (Tentu saja bukan yang itu… tapi saya tidak bisa meyakinkan diri sendiri).

Penerjemah: Ali Reza Aljufri © 2010

Catatan: Orang yang lebih tua harus tetap memantau orang yang lebih muda atas apa yang mereka saksikan di televisi atau film. Tentu kita semua tahu (atas apa yang saya perhatikan), hampir kebanyakan film Barat—khususnya Hollywood—menampilkan adegan seksual atau kekerasan, misalnya. Menariknya, film dengan adegan seperti itu tidak hanya dimainkan oleh manusia, tapi juga dalam bentuk animasi, yang sangat diminati oleh anak-remaja. “Children have never been very good at listening to their elders, but they have never failed to imitate them,” kata James Arthur Baldwin.

DbClix

http://ejajufri.wordpress.com/2010/05/05/resep-rahasia-nonton-film/

Rabu, 06 April 2011

6 Kelebihan Yang Diberikan Tuhan Kepada Anak Perempuan

Dengan keunikannya, anak perempuan juga mudah mengambil hati orangtuanya. Entah dengan melakukan kontak mata dengan Anda sejak ia lahir, atau mengucapkan kata “mama” lebih cepat, kelak mereka juga lebih mampu berkomunikasi dengan Anda. Anak perempuan memang akan menghabiskan lebih banyak biaya untuk mendukung penampilannya, atau akan merepotkan Anda dalam urusan menghadapi menstruasi pertamanya, atau dalam mengatasi mood swing-nya. Toh menurut Anita Sethi, PhD, peneliti di Child and Family Policy Center di New York University, anak perempuan memiliki karakteristik lain yang tak kalah istimewa.

1. Mereka lebih pintar meniru.
Ketika usianya baru tiga jam, bayi perempuan sudah bisa meniru, sebagai awal dari caranya berinteraksi. Menurut sebuah studi, bayi perempuan yang baru lahir lebih mampu meniru gerakan-gerakan jari daripada bayi laki-laki. Pada usia batita, anak perempuan juga lebih pintar daripada anak laki-laki dalam meniru, misalnya berpura-pura mengasuh bayi. Namun kemampuan mereka dalam berperilaku yang tidak membutuhkan interaksi, seperti berpura-pura mengendara mobil atau menyiram tanaman, tidak berbeda dari anak laki-laki.
sponsored link:

2. Tangan mereka lebih cekatan.
Bayi perempuan mengungguli bayi laki-laki dalam melakukan tugas-tugas motorik halusnya, dan hal ini akan tetap mereka kuasai hingga memasuki kelompok bermain (preschool). Mereka lebih cepat dalam menguasai mainan, menggunakan peralatan makannya, bahkan mampu menulis lebih cepat (dan lebih rapi).

3. Mereka pendengar yang baik.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak perempuan lebih mampu membiasakan dengan suara manusia, dan tampaknya lebih peka terhadap suara manusia daripada suara benda-benda lain. Ketika mendengar sesuatu yang bergemerincing, anak perempuan dan laki-laki akan bereaksi dengan cara yang sama. Tetapi ketika Anda berbicara, bayi perempuan cenderung lebih merasa terikat.

4. Mereka terampil membaca ekspresi emosional.
Bayi perempuan lebih mampu menciptakan dan memelihara kontak mata, dan mereka tertarik pada wajah-wajah individual, khususnya wajah wanita. Mereka juga lebih terampil membaca ekspresi wajah. Jika Anda menunjukkan gambar wajah yang menakutkan, misalnya, mereka akan menatap Anda, atau menjadi sedih. Sebaliknya, mereka akan baik-baik saja jika melihat ekspresi yang bahagia. Sementara itu, anak laki-laki butuh waktu lebih lama untuk memerhatikan perbedaan antara kedua ekspresi ersebut, demikian menurut metaanalisa terhadap 26 studi mengenai kapasitas anak dalam mengenali ekspresi wajah.

5. Mereka lebih cepat berbicara.
Kebiasaan mereka mengamati dan mendengarkan akhirnya membuahkan hasil yang memuaskan. Bayi perempuan menggunakan gerak tubuh seperti menunjuk atau melambaikan tangan lebih cepat daripada bayi laki-laki, dan mereka menguasai beberapa jenis permainan lebih awal. Anak perempuan memahami apa yang Anda katakan daripada anak laki-laki, mulai berbicara lebih awal (anak perempuan mulai berbicara sekitar usia 12 bulan, sedangkan anak laki-laki pada usia 13 hingga 14 bulan). Setelah itu, anak perempuan akan lebih cerewet hingga usia balita.

6. Anak perempuan akan mengurus orangtuanya kelak.
Mereka tidak saja membuat Anda rajin membeli pakaian dan aksesori yang lucu-lucu untuk mendandaninya, tetapi juga lebih mampu memberi rasa aman terhadap orangtuanya. Tidak seperti anak laki-laki yang cenderung akan menghabiskan waktu senggangnya di luar rumah, anak perempuan lebih peduli untuk menemani orangtuanya di rumah. Ketika dewasa, anak perempuanlah yang umumnya lebih mampu mengurus orangtuanya yang sudah renta.

DbClix


http://www.jarnug.com/2011/03/6-kelebihan-yang-diberikan-tuhan-kepada.html

Selasa, 05 April 2011

Anjuran dan Pantangan Saat Pakai Kondom

Kondom terbukti efektif mencegah kehamilan yang tidak diharapkan dan penularan penyakit kelamin pada hubungan seks yang tidak aman. Untuk merasakan keefektifannya, ada beberapa anjuran dan pantangan bagi pengguna kondom.

Banyak pria yang membenci alat kontrasepsi yang satu ini karena takut menurunkan sensasi saat sedang bercinta dan repot memakainya. Sementara banyak wanita yang masih malu-malu meminta pasangannya untuk memakai kondom agar terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan.

Berikut beberapa anjuran dan pantangan yang sebaiknya diperhatikan bagi calon pengguna kondom, seperti dilansir Health24, Rabu (2/3/2011), yaitu:

Anjuran

1. Gunakan kondom dengan pelumas (lubrikan) yang berbasis air atau silikon
2. Simpan kondom pada tempat yang kering dan sejuk, tapi bukan di dalam lemari es yang terlalu dingin.
3. Selalu memeriksa tanggal kadaluarsa
4. Pasang kondom pada penis sebelum ada kontak seksual dengan pasangan
5. Cari kondom yang sesuai dengan ukuran Anda. Kondom yang terlalu kecil atau terlalu besar tetap bisa berisiko menyebabkan kehamilan atau penularan penyakit kelamin.
6. Sebelum membuka gulungan kondom, remas dengan lembut ujung kondom dengan ibu jari dan jari telunjuk untuk memastikan ruang yang cukup untuk menampung air mani dan mencegah adanya udara yang terperangkap.
7. Gunakan kondom baru setiap kali akan berhubungan seksual
8. Tetap gunakan kondom untuk hubungan seks anal (lewat dubur) dan seks oral.

Pantangan

1. Jangan gunakan kondom yang melewati tanggal kedaluwarsa, yang biasanya agak rusak, terasa lengket dan rapuh.
2. Jangan gunakan kondom yang terbuat dari kulit hewan karena jenis tersebut tidak melindungi terhadap penularan penyakit kelamin. Jika Anda alergi terhadap kondom lateks, gunakan kondom yang terbuat dari poliuretan atau jenis plastik.
3. Jangan menaruh kondom dalam tempat yang terpapar panas langsung (misal di saku belakang atau kotak di dashboard mobil), cahaya (misal lampu atau sinar matahari langsung), jauhkan dari benda keras (misal koin di dompet, kunci di saku atau gunting kuku di tas).
4. Jangan menggunakan gigi, kuku, gunting atau benda tajam lain untuk membuka pembungkus kondom dan pastikan Anda menerawangkan di cahaya yang cukup untuk memastikan bahwa kondom tidak rusak.
5. Jangan gunakan pelumas yang mengandung minyak, lemak, baby oil, body lotion, minyak goreng, lotion pijat atau tabir surya. Krim-krim tersebut dapat merusak kondom dengan membuat lubang-lubang kecil.
6. Jangan membuka gulungan kondom atau meniupkan udara ke dalamnya sebelumnya dimasukkan ke dalam penis.
7. Jangan mendobel kondom pada waktu yang sama, setelah pakai kondom terus ditimpa kondom lagi.
8. Jangan gunakan kondom pria dan wanita secara bersamaan dengan pasangan Anda karena kedua kondom bisa menempel dan menjadi tidak efektif. Jadi salah satu saja yang memakainya.
9. Jangan membuang kondom bekas ke toilet karena bisa mencemari lingkungan.

DbClix


http://pojokinfoterbaru.blogspot.com/2011/03/anjuran-dan-pantangan-saat-pakai-kondom.html

Rabu, 23 Maret 2011

1 Hari untuk Bersihkan Racun Tubuh

Detoks atau proses mengeluarkan racun-racun di tubuh merupakan satu hal yang penting untuk dilakukan. Cukup meluangkan 1 hari saja untuk detoks ini.

Beberapa orang mulai membiasakan diri meluangkan waktu 1 hari dalam seminggu untuk detoks setelah tubuh terus-terusan dimasukkan berbagai makanan. Tapi ada juga yang melakukannya 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali tergantung kebutuhan.

Kapan waktu yang tepat untuk detoks?

Pakar kesehatan mengatakan tubuh perlu melakukan detoks setelah tidak pernah berhenti konsumsi berbagai makanan. Biasanya orang memilih 1 hari biasa untuk detoks bukan saat libur.

Makanan yang masuk ke dalam tubuh bisa menjadi racun karena mengandung lemak jahat dan kolesterol yang bisa dibersihkan lewat detoks. Mengeluarkan racun dengan detoks bisa membersihkan pencernaan dan meningkatkan kekebalan tubuh.

Pengeluaran racun lewat detoks ini bisa melalui air seni, keringat dan feses.

Seperti dilansir Buzzle, Senin (21/3/2011) detoks 1 hari bisa dilakukan dengan cara:

1. Mulailah hari dengan minum air 8 gelas air putih.

Agar tubuh tidak kaget minum air banyak, lakukan pelan-pelan atau beri jeda beberapa menit setiap 1 gelas.

Minum air putih adalah cara termurah untuk mengeluarkan racun dan menjaga tubuh tetap hidrasi.

2. Siapkan jus buah dan sayuran tanpa gula yang dibuat sendiri dari rumah atau bisa juga dengan minum teh herbal.

Jus ini bisa diminum kapan saja dalam satu hari tersebut. Siapkan juga buah-buahan atau sayur yang dikonsumsi saat lapar.

3. Puasa untuk membersihkan dan mengistirahatkan perut.

Jika tidak mampu berpuasa karena alasan medis bisa tetap makan tapi hanya makan buah dan sayur organik. Tidak boleh ada unsur karbohidrat, lemak atau protein karena tujuannya mengistirahatkan usus-usus di perut.

4. Lakukan olahraga teratur selama 30 menit per hari.

Olahraga adalah sarana yang bagus untuk mengeluarkan racun lewat keringat. Pilih olahraga yang banyak mengeluarkan keringat seperti bersepeda, jogging, renang.

5. Selama melakukan detoks jauhkan diri dari minuman alkohol, kopi, teh, minuman ringan, dan yang paling penting jangan merokok.

Saat melakukan detoks pertama kali biasanya orang akan merasakan berat karena hanya makan dan minum buah dan sayuran saja. Tapi dengan semangat membersihkan tubuh maka detoks bisa dijalani dengan mudah karena hasilnya juga sebanding.

DbClix


http://pojokinfoterbaru.blogspot.com/2011/03/1-hari-saja-untuk-bersihkan-racun-tubuh.html

Sabtu, 19 Maret 2011

Membedakan Gangguan Jiwa & Kerasukan Setan

Kali ini saya ingin berbagi tentang bagaimana membedakan gangguan jiwa dan kerasukan setan. Di bagian akhir saya memberi Link data Rumah Sakit di Indonesia dari  Wikipedia. Sebagian Rumah Sakit tersebut punya klinik psikiatri, sebagian belum.
Menurut data WHO  penduduk Indonesia yang mengidap gangguan jiwa  sekitar 26 juta jiwa. 13,2 juta jiwa diantaranya mengalami depresi. Dalam kesempatan seminar di beberapa kota saya mendapatkan banyak pertanyaan, bagaimana membedakan gangguan jiwa (terutama depresi dan skizofrenia) dengan kerasukan setan. Sebab banyak gejala yang mirip. Sementara orang bingung, banyak orang meggunakan jasa dukun atau orang pintar yang dianggap bisa mengusir setan . Banyak masalah gangguan jiwa dianggap sebagai kutukan sehingga setan perlu diusir. Kalau diagnosa salah maka penanganan atau terapi juga bermasalah.
Membedakan gangguan jiwa khususnya skizofrenia dengan kerasukan setan, bagi awam tidaklah mudah. Dalam buku saya “Membedakan Gangguan Jiwa dan Kerasukan Setan” terbitan Gramedia Pustaka Utama (2009) saya menjelaskan ada beberapa perbedaan dan persamaan kerasukan setan dan gangguan jiwa skizofrenia.
A. Perbedaan
Kerasukan setan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, yang membedakannya dengan gangguan skizofrenia
1. Ada bukti pengetahuan dan intelektualitas baru yang sebelumnya tidak dimiliki korban. Si penderita bisa bicara dalam bahasa asing yang tidak pernah ia pelajari sebelumnya.
2. Ia tidak mengenal identitas dirinya dengan benar, muncul “kepribadian baru”. Si penderita kadang memperkenalkan diri sebagai setan — penyebutan diri sebagai setan biasanya sebagai orang pertama. Korban berbicara sebagai orang ketiga. Dia suka menyebut dirinya sebagai setan atau sekelompok roh yang hebat.  Pada penderita skizofrenia, kesadaran akan realitas bisanya terganggu. Ia tidak dapat mengenali dirinya, bahkan tidak menyadari bahwa dirinya sakit.  Ia juga  biasanya tidak sampai menyebut dirinya sebagai setan.
3. Dia  memiliki keinginan yang kuat untuk mengutuk/menghujat Allah. Juga membenci kegiatan doa atau ibadah.
4. Ia memiliki kekuatan yang besar sehingga dapat mematahkan rantai yang mengikatnya.  Padahal dia sangat kurang makan dan punya kesehatan yang buruk.
5. Orang tersebut biasanya langsung sembuh/normal setelah setan diusir dari dalam dirinya. Perubahan dan kesembuhannya mendadak. Ini tidak mungkin pada skizofrenia yang membutuhkan proses dalam pengobatan.
6. Di saat proses penyembuhannya terjadi pemindahan okultis (roh) dari tubuh si penderita ke bagian (mahluk) lain.
B. Gejala kerasukan setan  yang mirip dengan skizofrenia  adalah :
1. Ada keinginan yang kuat untuk bunuh diri. Umumnya mereka punya konsep diri yang sangat rendah (merasa diri tidak berguna).  Mereka  mempunyai masalah yang besar dalam kepribadian dan tingkah lakunya. Mereka umumnya  mempunyai siksaan batin yang berat karena problema kehidupan yang berat. Untuk meringankan atau melupakan beban yang berat  itu ia tidak merawat atau kadang menyiksa tubuhnya sendiri.
2. Adanya waham (delusi), halusinasi, bicara terdisorganisasi (sering menyimpang), perilaku yang aneh, gejala negatif  (pedataran afektif, tidak ada kemauan) dan terjadinya disfungsi sosial/pekerjaan.
3. Penderita mudah curiga, cenderung depresi, cemas, tegang, gampang marah, dan perasaannya mudah berubah. Sebagian  mengalami gangguan makan dan sulit tidur.
4. Ada masanya penderita kehilangan energi dan motivasi, lebih susah mengingat dan berkonsentrasi. Penderita biasanya merasa segala sesuatu di sekitarnya  berubah, sehingga ia merasa asing di lingkungannya sendiri.
5. Umumnya mereka langsung tidak bisa berfungsi dengan baik dalam kehidupan sosialnya, sebab mengalami halusinasi, yakni si  penderita mendengar, melihat, mencium, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Juga mengalami waham (delusi), yakni  penderita meyakini sesuatu yang tidak wajar dan aneh.
6. Ia menjadi pasif dan  tidak ada perhatian pada keluarga atau lingkungannya, penderita hidup dalam dunianya sendiri. Tidak mau mengurus diri (tidak mau makan, tidak mau mandi). Ia juga kehilangan perasaan atau emosinya menjadi datar. (*)
Julianto Simanjuntak
*) Buku Membedakan Gangguan Jiwa dan Kerasukan Setan (Oleh Julianto Simanjuntak, Gramedia)
Data Rumah sakit di Indonesia:
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_rumah_sakit_di_Indonesia

DbClix


http://kesehatan.kompasiana.com/kejiwaan/2011/03/18/membedakan-gangguan-jiwa-kerasukan-setan