"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Selasa, 26 Oktober 2010

Kenali botol minuman dari plastik

Belakangan ini kita di kejutkan oleh berita televisi nasional tentang tidak amannya menggunakan bahan-bahan dari plastik. Mulai dari pembungkus gorengan sampai botol-botol minuman air mineral, yang kesimpulannya kebanyakan botol minuman dari plastik tidak aman untuk kesehatan.

Benarkah botol minuman dari plastik tidak aman untuk kesehatan?

Botol plastik yang aman untuk kesehatan

Menurut the green guide, website yang dimiliki oleh National Geographic Society, plastik yang aman untuk digunakan berulang-ulang untuk membungkus makanan atau menyimpan minuman adalah plastik yang terbuat dari high-density polyethylene (HDPE, or plastik #2), low-density polyethylene (LDPE, or plastik #4) dan polypropylene (PP, or plastik #5).


Simbol-simbol botol plastik

Simbol dan nomor pada botol adalah Resin Identification Code yang sudah menjadi standard dalam industri plastik sejak 1988. Pada umumnya nomor-nomor tersebut menunjukkan bahan dasar plastik tersebut yang saya ambil dari blog aku ingin hijau dengan beberapa tambahan.

Kalau jenis polyethylene terephthalate (PET-plastik #1) menurut U.S. Food and Drug Administration (FDA) aman digunakan baik untuk botol yang sekali pakai maupun botol yang digunakan berulang-ulang. Kemungkinan di negara kita, resin yang digunakan untuk membuat botol sekali pakai itu tidak dibedakan alias disamakan saja dengan botol yang bisa dipakai berulang-ulang.

Nah jadi kalau sampeyan habis meminum air mineral botolan disana ada tertulis PET 1 dan ada tulisan "rusak botol ini setelah digunakan" Jangan lagi digunakan sehabis dipakai ye!

HDPE (high density polyethylene) biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, aman untuk digunakan



PVC (polyvinyl chloride) adalah plastik yang paling sulit di daur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Kandungan dari PVC yaitu DEHA yang terdapat pada plastik pembungkus dapat bocor dan masuk ke makanan berminyak bila dipanaskan. PVC berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan.

LDPE (low density polyethylene) biasa dipakai untuk tempat makanan dan botol-botol yang lembek. Barang-barang dengan kode #4 dapat di daur ulang dan aman untuk tempat makanan

PP (polypropylene) kebanyakan botol-botol minuman terbuat dari bahan ini karena aman untuk kesehatan. Ciri-ciri adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan.

PS (polystyrene) lebih dikenal sebagai SStyrofoam. Sangat tidak disarankan, tapi biasa dipakai sebagai bahan tempat makan di restoran -restoran. Styrine sebagai bahan dasarnya jika bersentuhan dapat mengakibatkan iritasi kulit, mata, kelelahan, dll.

Other (biasanya polycarbonate) bisa mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon. Hindari bahan plastik Polycarbonate.

Untuk lebih mendalami informasi tentang polemik botol plastik ini silahkan kunjungi sumber yang ada dibawah ini.


Sumber : popsci, Thegreenguide, plasticsmythbuster, fda; http://berita-iptek.blogspot.com/2008/08/mengenal-botol-minuman-dari-plastik.html

0 comments:

Posting Komentar