"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Senin, 13 Oktober 2008

Rahasia Kenaikan Harga Minyak

Beberapa hari lalu saya mengikuti kuliah umum dari seorang mantan
penasehat perusahaan perminyakan Amerika yang lama hidup dan
mendampingi perusahaan-perusahaan minyak raksasa Amerika sekaligus
sebagai penasehat parlemen Amerika di bidang perminyakan dan juga mantan
penasehat pemerintah Amerika. Kuliah tersebut saya ikuti karena memang
diperuntukkan bagi peminat persoalan politik energi dan lingkungan
global, banyak hal yang sangat layak ditulis disini dari kuliah
tersebut tapi saya hanya akan sampaikan hal-hal yang selama ini masih
merupakan informasi rahasia, belum pernah beredar, dan menjadi faktor
kunci mengapa kenaikan BBM dunia terus meroket....dan sedikit saya ulas
implikasinya bagi perekonomian negara berkembang (miskin)...

Kenaikan harga minyak sudah diagendakan dan sudah direncanakan
jauh-jauh hari oleh pemerintah Amerika Serikat, skenario tersebut
dimulai sejak tahun 1968, ketika waktu itu Amerika menyadari bahwa
minyak adalah komoditas kunci perekonomian global dan penguasaannya
cenderung tidak berdasarkan teknologi semata tetapi lebih banyak
sebagai blessing, terutama bagi negara-negara Timur Tengah. dan karena
minyak adalah komoditas kunci ekonomi global maka pemerintah Amerika
Serikat memaksa negara-negara produsen utama minyak untuk
menandatangani fakta bahwa minyak hanya boleh dijual dalam bentuk
Dollar, dan minyak hanya boleh dilifting atas harga yang ditentukan
oleh pasar Amerika dan London, maka ditahun 1972 Menlu Amerika Serikat
Henri Kissinger berhasil memaksa negara-negara produsen utama minyak
untuk menaati perjanjian bahwa Amerika akan membeli minyak mereka dan
digunakan oleh rakyat Amerika tetapi mereka harus menjualnya dalam
Dollar dan harus menyisihkan beberapa persen

Dalam penjualan tersebut untuk kepentingan perekonomian global yang
kemudian diserahkan ke World Bank dan IMF untuk kepentingan pembangunan
di negara-negara miskin, jadi loan yang diberikan oleh IMF ataupun bank
dunia pada awalnya bersumber dari pemotongan secara paksa beberapa
persen harga minyak oleh Amerika, dan nyatanya juga kedua lembaga
tersebut dikuasai oleh Amerika. Tapi Henri Kissinger tidak berhasil
memaksa 3 negara produsen lain ke pada penandatangan fakta tersebut
yaitu Iran, Irak dan Kuwait. sedangkan negara negara lainnya seperti
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menandatangi. Dengan keengganan Saddam
Hussein menandatangai maka kedua negara tersebut menjadi sangat mandiri
dalam soal minyaknya, dan dengan alasan tersebut juga, di tahun 1990
Amerika melalui Departemen Pertahanannya, meminta Saddam Hussein untuk
menginvasi Kuwait dan jika tidak maka Irak yang akan diinvasi, dengan
alasan bahwa begitu invasi dimulai Amerika langsung membantu Kuwait
diminta atau tidak

Diminta untuk tujuan menguasai minyaknya, dan skenario tersebut
berhasil dimana kemudian Kuwait menjadi perliharaan Amerika Serikat.
kemudian tidak berhenti sampai disitu, Pemerintahan Bush Senior kembali
membujuk Irak melalui Saddam Husein namun gagal maka dilakukanlah
serangan ke beberapa instalasi Irak namun tidak sedahsyat tahun 1999,
dan juga gagal melumpuhkan Irak, dan dengan berbagai dalih nuklir
(bukan karena Black September) maka Amerika menghancurkan Irak dengan
alasan bahwa Irak mengembangkan senjata biologis, nyatanya sampai saat
ini tidak terbukti.

Dan Saddam jatuh, kemudian Irak hancur, dan masuklah perusahaan
perusahaan raksasa minyak Amerika dengan alasan rehabilitasi tapi
sesungguhnya adalah menguasai ladang-ladang minyak, dan jargon
demokrasi yang digunakan sebagai alasan tambahan hanya alasan Amerika
untuk meyakinkan dunia bahwa Irak sebagai sumber minyak harus dikontrol
atau dikuasai.

Selanjutnya Amerika berpaling ke Iran, kembali dengan alasan
mengembangbiakkan uranium untuk nuklir dan memang Iran memiliki
pembangkit, tetapi walaupun berulang-ulang Iran mengatakan untuk
listrik tetap juga Amerika tidak mau mendengar, karena memang agenda
Amerika dibalik semua ancamannya adalah menguasai minyak Iran, dan
ancaman tersebut semakin mendekati kenyataan tatkala Presiden Iran akan
membanjiri dunia dengan minyak dengan menjual dalam Euro, membuat
Amerika semakin dongkol karena kalau sampai Iran mengucurkan minyaknya
memang dihitung oleh para pakar bisa membuat harga minyak dunia jatuh
ke angka 50 dollar saja perbarel, dan inilah yang paling ditakuti
Amerika saat ini, karena kalau sampai Iran keluar dari OPEC dan
membanjiri dunia dengan minyaknya maka Amerika dan Dollarnya akan
hancur, dan bagi Iran hal ini sah-sah saja karena Iran tidak
menandatangani fakta yang disodorkan oleh Henri Kissinger.

Dengan semua keterikatan Amerika pada perjanjian yang dibuatnya dengan
produsen utama minyak bukannya Amerika diuntungkan, malahan berbalik
membuat Amerika rugi trilliunan Dollar, karena Amerika harus memelihara
agar semua negara yang diikatnya dengan fakta Henri Kissinger tetap
melaksanakan dan menyuplai Amerika dengan minyaknya dan disaat yang
sama Amerika tidak bisa melanggar perjanjian tersebut karena manakala
arab saudi menjual minyaknya ke negara lain seperti China dan India
dalam bentuk nilai tukar bukan Dollar maka ekonomi Amerika akan
kelimpungan! , resiko inilah yang sudah mulai diperdebatkan di kalangan
kongres Amerika bahwa perjanjian tersebut baiknya ditinjau kembali,
mengapa??

Amerika adalah pemilik cadangan minyak terbesar di dunia, yaitu di Benua
Alaska, dan sejak tahun 1940 ketika ladang minyak terbesar tersebut
ditemukan, Amerika belum pernah mengalirkannya setetes pun, bahkan
perusahaan Amerika memompakan kembali ke perut bumi di Benua Alaska
karena kekhawatiran akan berakibat pada negara-negara Timur Tengah,
dimana ketika diberitahukan bahwa Amerika akan mulai mengalirkan
minyaknya dari cadangan yang dimilikinya di Alaska semua negara yang
terikat dengan Fakta Kissinger akan bubar dan bebas, dan sekali lagi
Amerika tidak berkutik, karena dunia akan kebanjiran minyak yang murah
dan potongan yang selama ini dinikmati Amerika dari transaksi minyak
akan hilang, Dan sudah banyak presiden Amerika silih berganti namun
belum satupun bisa mengatasi persoalan yang mereka buat ditahun 70-an
tersebut, dengan demikian Amerika memiliki cara lain untuk tetap
mengontrol minyak dunia yaitu dengan menguasai negara penghasil, dengan
jalan damai atau perang,

Dan serangan ke Iran hanyalah persoalan waktu semata.

Berdasarkan data statistik yang dikemukakan diseminar tersebut bahwa
cadangan minyak Amerika di Alaska mampu menyuplai minyak untuk 300 juta
rakyat Amerika selama 200 tahun, dan seandainya Amerika mulai
mengalirkan minyak tersebut satu tahun kedepan maka harga minyak
di pasaran Amerika dan Eropa akan jatuh hanya kepada 30 atau 40 dollar
per barel, fantastik... bukan!. Dibandingkan saat ini 128 dollar per
barel.

Tapi itulah Amerika, semua akan dia mainkan untuk tujuan politiknya
walaupun rakyatnya yang akan jadi korban, lihat saja betapa tingkat
kemakmuran rakyat Amerika menurun drastis setahun terakhir tertinggal
jauh dari negara Jepang, dan Eropa lainnya, karena persoalan perang dan
kerakusan pemerintahannya.

Jika ada yang beranggapan bahwa konsumsi China dan India sebagai pemicu
kenaikan minyak dunia, diperkirakan bahwa kedua negara tersebut
berkontribusi kecil saja bagi peningkatan harga minyak, selebihnya
penyebab utamanya adalah Amerika tidak bisa menggunakan cadangan yang
dimilikinya karena perjanjian yang dibuatnya untuk mengontrol minyak
dunia dan juga karena ketakutan akan hancurnya perekonomian Amerika
sampai titik tidak bisa pulih.

Sehingga perusahaan minyak amerika yang telah menginvestasikan sampai
12 milliar dolar di Alaska di minta oleh pemerintah Amerika menutup
rapat informasi cadangan minyak disana (tutup mulut), dan biaya
tersebut diganti oleh pemerintah dari hasil kutipan penjualan minyak
oleh negara Timur Tengah, Tapi sampai kapan kondisi ini akan
berjalan???. ..SAMPAI MINYAK DI TIMUR TENGAH HABIS?, ATAU SETIDAKNYA
sampai NEGARA-NEGARA TIMUR TENGAH MULAI MENJADI PENGIMPOR SEPERTI
INDONESIA?, BARULAH AMERIKA MENGGELONTORI PASAR DENGAN MINYAKNYA DARI
ALASKA!. dengan harga yang tinggi pula, Dikemukakan oleh professor
tersebut bahwa: Pemerintah Amerika akan mengaliri rakyatnya dengan
minyak dari Alaska hanya dan jika Amerika sudah kehilangan kekuasaannya
di dunia, untuk membuat negara-negara dunia kembali tunduk dan mengemis
minyak pada Amerika!


Oleh : Zensegaf
Source: http://groups.yahoo.com/group/Kajian_Islam/messages/1287?o=1&xm=1&l=1

1 komentar:

  1. artikel ini terbukti salah.
    karena ternyata amerika terkena imbas terbesar dari naiknya minyak.

    BalasHapus