"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Rabu, 09 Maret 2011

Istilah “khas” dalam Penjara

Sebuah tempat special tentu saja punya-punya istilah khusus pula. Ada istilah yang diambil dari pasal-pasal dalam Kitab Undang-undang hukum Pidana (KUHP), ada istilah asing dan lain sebagainya. Bahkan beberapa istilah yang biasa dipakai di dalam penjara, menjadi bahasa yang dipakai sehari-hari.
Di bawah ini beberapa istilah yang kerap dipakai di dalam bui. :

51—diambil dari pasal 351 KUHP, pisau. Bisa juga dari UU Darurat tahun 1951

Abal-abal—tahanan tak ada yang mengurus, tak pernah dibesuk oleh keluarga maupun teman-temanya, ini istilah lain untuk anak ilang.

Abang-abangan—tahanan atau narapidana yang memberikan perlindungan dan perhatian khusus kepada tahanan lain yang dianggap sebagai adiknya (adik-adikan).

Adik-adikan—tahanan atau narapidana yang dilindung atau disayangi oleh tahanan atau narapidana lain yang menjadi abang-abangannya. Proses abang menjadi adik ada banyak hal. Misalnya adik selalu menyetor bila dibesuk, atau bila menjadi anak ilang sang adik yang menyerahkan mahahari (anusnya) untuk dimonon pada abangnya. Bisa juga, misalnya, karena keduanya memiliki hubungan di luar penjara. Misalnya si abang adalah teman kakaknya si adik, atau dititpi seseorang yang dikenalnya di luar.

Anak “ilang”---tahanan yang tak pernah dibesuk, lihat abal-abal

Bapak-bapakan (nya)—sipir atau petugas penjara, yang seringkali menjadi penghubung antara tahanan atau narapidana dengan keluarga, seperti mengambil sesuatu (kapal selam).

BB—barang bukti, saat melakukan kejahatan. Di beberapa penjara lain istilah ini sering disebut untuk minyak tanah, selain nama lain OPEC yang diambil dari singkatan organisasi negara-negara pengekspor minyak. BB/minyak tanah, pada masa itu termasuk barang haram-dipasok diam-diam tapi legal untuk memasak sendiri. Menjadi barang haram, karena dikawatirkan untuk berbuat kejahatan lain atau menyebabkan kebakaran. Lagi pula idealnya, pihak penjaralah yang menyediakan makan (ransom) untuk para tahanan/narapidana.

Besukan kenceng—tahanan atau narapidana yang mendapatkan besukan baik berupa uang atau barang yang banyak. Atau tahanan/narapidana yang sering dibesuk.

Binker—singkatan dari bimbingan kerja. Sebuah tempat untuk kerja narapidana mengalihkan persoalan sehari-hari di dalam penjara, sekaligus memperoleh ketrampilan yang direncanakan berguna bagi narapidana setelah berada di luar tembok. Di Cipinang berada jauh dari blok tahanan, berupa bengkel besi maupun kayu atau bahan lain untuk kerja atau membuat sesuatu karyadari dalam penjara. Di Cipinang, nampak beberapa mobil di kerjakan napi untuk di ketok, duco (tembel) dan dicat.

Bocor—agak pleng-plengan, gila, suka aneh-aneh
--…-- Alus—agar lebih ringan bocornya

Bokap-bokapan—tahanan atau narapidana yang berkantong tebal suka membagi uang atau makanan. Seringkali ia menjadi voorman bayangan, seluruh kebijakan voorman seringkali dia yang tentukan. Di Salemba, misalnya dia membangun kolam ikan, taman atau tempat berteduh di lapangan untuk santai dan sebagainya.

Bool—anus, juga dikenal dengan nama matahari. Ini berhubugnan dengan prilaku seks melalui anal di kalangan tahanan/narapidana. Dalam kata kerja sering disebut ngebool, dibool yang artinya disodomi atau juga istilah lain monon (dimonon)—penetrasi seks dari anal/anus bahasa belandanya, stut van achter (hajar dari belakang).

Brengos—tahanan atau narapidana jagoan, ditakuti tahanan/napi lain.

BSD—seks oral, diambil dari singkatang sebuah kompleks perumahan/kota satelit Bumi Serpong Damai, dengan plesetan pada kata Sepong (isitlah yang dikenal oleh kaum waria).

Cadong (an)—makanan (ransum) yang diberikan dari penjara. Mutunya memprihatikan, mulai dari nasih yang kualitas jelek, sampai yang sekedar sayur, telor rebus setengah atau kadang-kadang ikan asin berjaket. Pada masa saya tinggal di bui, jatah makan satu hari untuk narapidana Rp 900. Di Cipinang, saya pernah satu kali membawa atau ikut memanggul tong berisi nasi utnuk napi keliling blok. Beratnya minta ampun, semopat lecet dan cidera di pundak. Sejak itu, saat kebagian piket bawa cadongan, saya berbaik-baik dengan tamping dapur. Cadongan di tahanan Polda lainnya, lagi diberikan dari piring kaleng yang kotor, yang masih menempel makanan atau nasi kering yang sebelumnya. Baunya, minta ampun deh! Inilah yang menyebabkan tahanan lebih suka membeli makanan dari luar penjara. Kalau di Cipinang, saya masak sendiri dengan membeli bahan-bahan yang dijual di warung dalam penjara. Warung di blok temolat saya tinggal dimiliki Awang, narapidana keturunan Cina yang mendapat modal dari luar atau bos/bokap-bokapan di dalam bui.

Digulung—dipukuli habis-habisan, dihajar sipir, karena melakukan kesalahan atau membuat rese di dalam penjara. Biasanya setelah digulung seorang tahanan/napi dimasukkan ke dalam sel isolasi.

Diolah—dimintai uang, makanan atau rokok.

Di sel (isolasi)—dimasukkan dalam sel maksimun security buat tahanan/napi yang bikin rese, suka bikin keributan atau melanggar aturan penjara yang tak bisa ditolerir pihak birokrasi penjara atau tahanan/napi yang berbahaya atau dianggap kehadirannya akan membahayakan dirinya, misalnya, waria. Yang kalau cantik bisa jadi bancakan para tahanan dan narapidana.

Dikeong –dikunci di dalam sel

Diurus—ada yang membesuk atau setiap proses hukuman ada orang yang memberi uang kepada petugas.

Dobel Dir—dikunci dalam sel dengan dua pintu yang digembok kedua-duanya. Kal;au di salemba ada di blok N atau ruang isolasi. Biasanya tempat para tahanan/napi yang berbahan atau tekana sanksi penjara karena perbuatannya melanggar aturan bui yang tak dapat ditolerir.

Gas—menekan/mengancam/menakut-nakuti tahanan/napi lain untuk mendapat sesuatu (uang misalnya).

Ikan Berjaket—Ikan asin yang dibaluri tepung, jatah cadongan (ransum) untuk tahanan/napi.
Janji Surga – janji yang muluk-muluk, tapi tak diwujudkan.

Kapal Selam—kiriman barang atau sesuatu dari luar penjara, bisa dari keluarga, kjerabat atau orang lain yang dibawa melalui sipir/petugsa (bapak-bapakan).

Kepala kamar—tahananan/napi yang paling jago dan mengepalai/memimpin dalam satu sel (kamar). Semua penghuni harus tunduk, biasanya dia memiliki tukang pukul yang mengamankan kebijakannya

Kijang—tahanan, polisi dalam radio komunikasi antar mereka, selalu menyebut istilah binatang tersebut.

Kim—diambil dari bahasa Cina yang berarti emas, ada juga emas 24 karat yang mereka sebut kim kodok. Seorang pejambret perhiasan biasanya menelan hasil jambretannya, lalu diambil saat didalam penjara dengan cara beol (buang air besar). Tahanan yang baru masuk ke dalam penjara juga biasanya menelan emas buat modal di dalam. Namun, teknik ini sseringkali sudah diketahui dan ditunggui brengos atau kepala kamarnya, untuk “disita”.

Korea –panggilan untuk suku Batak

Korve—tahanan atau narapidana yang bekerja pada tahanan/napi lain. Ada korve pribadi, kamar atau blok. Korve pribadi menjadi orang suruhan seseorang tahanan/napi lain. Di Cipinang, saya tinggal berlima dalam satu kamar, empat narapidana politik, seorang tahanan criminal yang menjadi korve kamar . Nah, napi kriminal itu biasanya bertugas mencuci baju, piring, pel kamar, kadang memasak atau belanja (dua pekerjaan terakhir biasanya aku yang melakukan). Kehidupan sehari-hari korve itu menjadi tanggungan kami, makan, minum dan merokok.

Kuncen—tukang kunci blok. Narapidana atau tahanan yang bertugas menjaga gerbang blok. Ia bertugas mengunci seluruh kamar, sesudah itu baru ia sendiri yang dikunci dalam kamarnya oleh petugas. Di siang hari sat besukan, sang kuncen juga berhak mendapat bagian uang kunci tahanan/napi yang dibesuk dari kepala kamar/blok.

Lebaran Monyet—hari kunjungan/besukan.

Matahari—anus atau bobol. Saya punya teman, seorang jagoan di tempat tinggal saya di Tenabang. Dia dihukum 17 tahun karena membunuh kerabatnya. Di Cipinang, saya jketemu, tubuhnya sudah penuh tattoo. Dia suka meminjam bacaan atau majalah padaku, orangnya suka membaca. Di Cipinang, kemudian saya bertemu lagi LP Kesambi Cirebon, di dua tempat itu terkenal sebagai raja matahari, suka membool tahanan lain yang sukarela maupun dengan sedikit paksaan. Di Cirebon ada seorang narapidana juga ada seorang yang paling senang menyerahkan mataharinya pada tahanan lain untuk sebungkus bahkan sebatang rokok.

Melacak (ngelacak)—mendekati tahanan atau narapidana yang baru dibesuk untuk minta bagian rejeki besukan. Kadang sebatang rokok sudah bikin mereka senang, terutama menjelang tutup sel. Di LP Cirebon, yang “kering” besukan, seorang napi melacak bacaan, bisa majalah,Koran atau buku untuk membunuh kebosanan. Raja matahari, salah satu konsumen saya yang melacak bacaan tiap sore.

Nyanyi—mengaku perbuatannya dan mengadukan perbuatan pidana orang lain kepada penyidik (polisi).

Otak kotor—niat jahat, untuk melakuksn sesuatu yang jahat kepada orang lain.

Pelor/peluru –uang atau duit

Sa kong sa bahasa Cina yang berarti 303—diambil dari pasal 303 KUHP kasus perjudian

San sie pak masih dari cina untuk angka 378—diambil dari pasal 378 KUHP—kasus penipuan, bisa juga berarti tukang tipu. Di dalam penjara mereka dimusuhi, karena kerap menipu penghuni lain sesama tahanan/napi.

Sepong—seks oral—lihat BSD

Setembakan—sekali mium, sekali pakai. Misalnya, minta BB setembakan, minyak tanah untuk bisa sekali mendidihkan air. Atau kopi secangkir saja.

Sikim—pisau buatan bui.

Tali air—kasus perkosaan

Tamping—napi yang membantu kerja staf penjara. Di Cipinang, seorang pembunuh ahli computer menjadi tamping kantoran/khusus mengoperasikan computer.

--..--- Besukan—tamping/narapidana yang bertugas memanggil penghuni yang dibesuk. Juga mengecek tahanan yang baru pulang dari sidang
--..--- Blok—tamping yang bertanggung jawab pada satu blok.
--..--- Dapur—tamping yag dipekerjakan di dapur, termasuk menyalurkan makanan dari blok ke blok (dibantu narapidana piket atau korve)
--..--- Listrik---tamping/narapidana yang bertanggung jawab terhadap listrik dalam penjara. Menyalakan lampu, membetulkan jaringan yang rusak atau menghidupakn disel jika terjadi mati lampu.
--..--- Masjid—narapidana yang bertugas mempersipakn tempat ibadah, mengepel lantai, memasang karpet, menyiapkan sound system untuk azan atau cemarah shalat jumat dari shalat hari besar lainnya. Selain masjid ada juga tamping gereja bertugas serupa cuma beda posisi dan kegiatan ibadahnya
--..--- Portir—narapidana yang melayani petugas penjaga pintu porter, membuat kopi/the, menggeledah tahanan baru, membersihkan ruangan porter, kadang membelikan makanan petugas di luar tembok, kalau malam suka membawkan kasur ntuk narapidana ,ain yang mau porter malam (tentu saja dengan persetujuan sipir)
--..--- Registrasi—narapidana yang bertugas membantu sipir, mengukur, menimbang, mencatat, membuat sidik jariatau memanggil napi/tahanan yang dipanggil oleh staf/petugas registrasi.
--..--- Salon---narapidana/tamping yang bertugas memotong rambut, kumis atau janggut tahanan/napi lain.

Voorman—ini dari bahasa Belanda, narapidana yang dianggap memiliki kelebihan di bloknya. Misalnya, kelebihan duit, jago atau dekat dengan bapak-bapaknya (titipan sipir). Waktu di Salemba, kami sempat mengadakan pemilihan voorman dengan caea memilih dengan surat suara (seperti pemilu) bahkan pakai kampanye, sangn calon voorman mengungkapkan program kerjanya jika menjadi voorman blok kami

DbClix


http://www.ahmadtaufik.com/2011/02/istilah-khas-dalam-penjara.html

0 comments:

Poskan Komentar