"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Selasa, 19 Agustus 2008

Teori Evolusi

Pernahkah anda liat film dokumenter tentang flora dan fauna? Bagi anda yang sering nonton TV pasti tahu film model ini. Ada banyak produser yang menfilmkan kehidupan makhluk liar di alam ini, ada discovery channel, national geography, dan banyak lagi lainnya dengan pemandu-pemandu dari ahli yang berbeda-beda. Namun, jika anda amati di film-film di atas, anda akan temukan satu kesamaan dalam penjelasan materi film mereka, yaitu adanya teori evolusi Darwin dengan seleksi alamnya; Yang terkuat yang menang, yang lemah harus musnah.
Akan tetapi, benarkah terjadi evolusi makhluk hidup dengan seleksi alamnya, sebagaimana yang dijelaskan Darwin. Sebagai non-saintis aku tidak bisa menjelaskannya, coba tanya Harun Yahya. Tetapi sebagai orang yang beriman saya jelas tidak mendukung teori tersebut, meski para Darwinian berhasil menemukan fosil mata rantai penghubung yang hilang, menjelaskan tahapan evolusi kekomplekan panca indera, Mata, dan argumen-argumen lainnya. Bagi saya Tuhan tidak bermain dadu dalam mengelola dan mengatur alam semesta ini. Alam ini memiliki kesempurnaan dalam segala hal kecuali satu, alam adalah fana'. Berbagai macam makhluk hidup yang mendiami alam semesta dengan segala keistimewaannya masing-masing. Ada yang dapat berubah warna, menyemprotkan darah; air; cernaan makanan; racun; obat, ada yang dapat berkembangbiak tanpa pembuahan dari jantan, ada yang dapat membangun sarang yang kokoh dan simetris, dan banyak yang lainnya baik di darat maupun di dasar lautan yang tak terjamah. Tidak mungkin semua itu berasal dari satu jenis, yang kemudian kera berevolusi menjadi manusia.
Yang menjadi penasaran saya adalah bagaimana Darwinian menjelaskan makhluk hidup yang biasa ada di sekitar kita, terkadang menjahili kita, yaitu bangsa Jin dan dan segala turunan dan jelmaannya. Mungkin para Darwinian menyebutnya sebagai halusinasi, tekanan emosi, dan sebagainya, yang intinya tidak mempercayai adanya makhluk halus di sekitar kita. Tapi mayoritas masyarakat dunia, sejak zaman Adam dan Hawa sampe kiamat; yang berperadaban tinggi, Mesir dengan Piramidnya, Yunani dengan filsafatnya, Cina, Maya sampe masyarakat primitif; semua penganut agama menyebutkannya, mereka semua mempercayai adanya makhluk tak kasat mata / ghaib ini, bahkan sebagian dapat melihatnya, baik disengaja maupun tidak.
Adakah penjelasan yang memuaskan tentang keberadaaan makhluk jenis ini? apakah para Darwinian hendak memutus jalinan tali sejarah ini dengan kebobrokan materialisme berdasar hipotesis-hipotesis kuno? Ingat, Umat Islam dahulu dapat menguasai peradaban dengan teori penciptaan selama -+ 800 tahun sedang Barat terpuruk dalam kegelapan dengan mempercayai hal yang sama. Semua itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Kelanjutan sejarah berada di tangan kita.

0 comments:

Poskan Komentar