"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Sabtu, 15 Agustus 2009

Arabes Unsur Seni Arsitektur Islam Bernilai Tinggi


Seorang seniman muslim ketika melahirkan karya-karyanya berusaha menggambarkan keyakinan pada sang Pencipta semesta alam.

Arabes merupakan salah satu bagian dari seni arsitektur yang berkembang pesat di dunia Islam. Kata Arabes sendiri berasal dari kata Arab yang menunjukkan kepada kaum Muslim. Arabes merupakan seni Islam berupa stilisasi tumbuhan dan pola geometris.

Seni ini kebanyakan digunakan sebagai pelengkap arsitektur masjid-masjid, kerajaan-kerajaan Islam, maupun mausoleum (makam atau kuburan yang megah). Desain arabes kebanyakan berupa tumbuhan dan pola geometri.

Sejak awal sejarahnya, Islam tidak memiliki budaya naturalisme maupun anthropomorfisme. Sebab dalam Islam terdapat pemisahan yang tegas antara Tuhan dan alam, Tuhan dan ciptaan-Nya. Tidak ada satupun ciptaan-Nya di alam semesta ini bisa menggambarkan Tuhan, karena Allah SWT itu transeden atau tak terbayangkan kebesaran-Nya.

Pandangan tauhid umat Islam yang semacam ini yang kemudian mempengaruhi lahirnya Arabes yang hanya menggunakan pola tumbuhan dan geometri bersifat abstrak dan non-figuratif, bukan pola manusia maupun binatang.

Seorang seniman Muslim ketika melahirkan karya-karyanya berusaha menggambarkan keyakinannya kepada Allah SWT, Sang Pencipta semesta alam. Maka sifat Allah SWT yang transeden itu diekspresikan dalam pola, ritme, berbagai macam tumbuhan dan geometri yang mengesankan ketakterbatasan dan ketakterhinggaan.

Pola tumbuhan dan geometri tersebut bisa dibuat berulang-ulang tak ada habisnya sehingga tidak terbatas oleh sebuah bentuk. Dalam arabes pola tumbuhan kesitimewaannya terletak pada cara menggubah dan menggambarkannya ke dalam bentuk desain. Dalam mengaplikasikan arabes sebagai pelengkap arsitektur masjid, arabes sering diletakkan pada dinding masjid bersama dengan

Menurut modelnya, arabes terbagi dua yaitu, model geometri dan model tumbuhan. Meskipun para seniman sering memadukan antara model geometri dan model tumbuhan dalam menerapkannya sebagai arsitektur sebuah masjid maupun istana.

* Model geometri
Model geometri itu menganut prinsip dasar alam yang menggambarkan keindahan sebuah struktur yang alami. Sebagai contoh bentuk persegi panjang yang menggambarkan unsur-unsur alam seperti bumi, air, api, dan udara.

Unsur-unsur alam tersebut tercipta di muka bumi bagi kepentingan para makhlukNya. Jika Allah SWT tidak menciptakan unsur-unsur alam tersebut maka makhluk hidup tidak mungkin hidup.

Corak geometri sendiri bisa berupa segiempat, segitiga, lingkaran, maupun campuran ketiganya yang tersusun dengan indah. Corak geometri ini juga sering dipadukan dengan corak tumbuh-tumbuhan.

* Model Tumbuhan
Model tumbuhan merupakan model feminim arabes. Pasalnya tumbuhan terlebih lagi yang memiliki bunga identik dengan keindahan dan kecantikan. Sehingga arabes dengan model tumbuhan disebut model feminim. Biasanya model tumbuhan berupa dedaunan, tangkai, maupun bunga yang terangkai dengan indah.

Sedangkan dilihat dari desainnya, desain bentuk arabes itu ada dua yakni arabes terangkai dan arabes terpisah.

Arabes terangkai merupakan kesatuan pola tumbuh-tumbuhan yang didenaturalisasikan. Rangkaian bentuk arabes ini bersifat tak terbatas, jika dilihat dari segi artistik dan makna menggambarkan kepercayaan dan filosofi relijiusitas Islam. Arabes terangkai tersusun dari batang-batang, dedaunan, serta bunga-bunga dari tumbuhan yang terangkai dengan indah tanpa batas untuk menghiasi masjid, madrasah, maupun kerajaan.

Allah SWT yang keagungan-Nya melampaui batas penalaran manusia menjadi inspirasi bagi para seniman Muslim. Mereka membuat arabes terangkai dengan kesan tumbuhan yang tak terbatas. Hal ini berbeda dengan citra manusia dan binatang yang merupakan simbol dari dunia fana semata.

Arabes terpisah merupakan desain arabes tungga, l baik dalam pola geometri maupun pola tumbuhan. Desain arabes terpisah bisa berupa sebuah desain tunggal maupun terdiri dari unit-unit kecil yang membentuk sebuah desain besar. Desain arabes terpisah dapat menyerupai sebuah kebun yang indah maupun sebuah permadani.

Penerapan Arabes terpisah digunakan untuk mendekorasi ubin maupun permukaan dinding masjid dan madrasah. Adanya pengulangan dalam pola arabes terpisah juga mencritrakan kesan yang tak terbatas sebagai makna dari keberadaan Allah SWT yang sifatnya tak terbatas. Arabes terpisah juga pernah digunakan untuk menghias naskah Maqamat al-Hariri, masnawi Jalaluddin Rumi.

* Arabes Kombinasi
Arabes kombinasi merupakan arabes menyeluruh yang berasal dari arabes terangkai dan arabes terpisah. Seorang seniman harus memiliki kemampuan khusus agar bisa membuat arabes tersebut sehingga membentuk arabes kombinasi yang tersusun dengan baik dan indah.

Untuk membentuk arabes kombinasi terdapat beberapa cara diantaranya, bagian muka bangunan didekorasi dengan arabes terpisah yang terdiri dari rangkaian kotak-kotak berpinggiran sendiri. Kemudian pada bagian bawahnya dihias dengan arabes terangkai yang terdiri dari rangkaian dedaunan, bunga-bunga, tangkai-tangkai yang digayakan dan diiringi pola geometri.

Arabes bisa digunakan untuk menghias dinding-dinding, taman, langit-langit bangunan, pilar-pilar, benda dari logam, permadani, kain-kain, maupun sampul buku. Tetapi yang paling menonjol digunakan untuk menghias berbagai macam bagian dari bangunan.

Sebenarnya arabes bukan hanya sebuah seni semata. Tetapi arabes merupakan perpaduan yang indah antara seni dengan ilmu pengetahuan. Bagi seniman Muslim seni dan pengetahuan sendiri merupakan kreasi dari Allah SWT yang tak ternilai harganya.

Sehingga baik matematika di mana salah satunya geometri maupun seni merupakan ekspresi keagungan Tuhan melalui hasil ciptaan-Nya.

Karya Universal di Dunia Islam

Arabes merupakan karya universal di dunia Islam. Di manapun, arabes selalu hadir dalam model yang sama, yakni geometri dan tumbuhan. Samanya model arabes di berbagai negara Muslim, yang tentu saja memiliki letak geografis yang berbeda, membuat para peneliti merasa kesulitan untuk menentukan asal muasal negara asal arabes pertamakali muncul.

Namun, jika dilihat dari ajaran tauhid Islam, matematika dan seni, ketiganya merupakan ajaran yang universal di seluruh belahan dunia. Sehingga tidak begitu mengherankan, jika model arabes di negara-negara Islam bentuknya serupa. Hal ini bisa juga terjadi akibat pertukaran budaya dan pengetahuan yang melintasi berbagai benua.

Arabes dianggap sebagai karya seni terindah di dunia Islam. Selain karena tidak menggambarkan kefanaan seperti binatang dan manusia, karya tersebut juga sesuai ajaran Islam yang melarang penggambaran mahkluk bernyawa. Terlebih lagi arabes merupakan sebuah penggambaran dari sifat Ilahiyah, yang tanpa batas baik oleh ruang maupun waktu. Sehingga arabes pantas menghiasi masjid-masjid yang merupakan representasi rumah Allah SWT.

Ajaran tauhid dalam Islam menghilangkan penggambaran Tuhan dengan menggunakan simbol maupun ikon. Pasalnya, Allah SWT itu sangat agung, sehingga keagungan-Nya tak mungkin bisa digambarkan manusia secerdas dan sehebat apapun. Pola arabes yang tak terbatas juga menggambarkan kehadiran Tuhan yang ada di mana-mana tak terbatas oleh ruang dan waktu.

Dalam Alquran surat Albaqarah ayat 115, Allah SWT berfirman, “Ke manapun kamu menghadap, di situlah wajah Allah.” Dari firman Allah SWT tersebut, maka Allah itu ada dan hadir di mana saja. Sehingga manusia tidak mungkin dan tidak bisa menggambarkan bagaimana rupa dan keadaan-Nya yang tanpa batas.

Sehingga masjid di manapun berada selalu indah dengan kekosongannya yang merefleksikan kehadiran Allah SWT yang hanya bisa dirasakan dengan hati nurani, bukan mata manusia secara fisik. Hal itulah yang membuat masjid menjadi tempat yang sakral.

Arabes bisa kita nikmati keindahannya di masjid-masjid maupun kerajaan peninggalan Islam. Seni arabes bisa kita nikmati dengan melihat arsitektur Masjid Kubah Batu (Qubbah as-Sakhrah) di Yerussalem, Palestina; Masjid Biru yang sering disebut Blue Mosque di Istanbul Turki; Masjid Baths, Alhambra di Granada, Spanyol; Masjid Kerman di Iran; Masjid Mazar-e-Sharif di Afganistan. dyah ratna meta novia

Terima kasih kepada republika

0 comments:

Poskan Komentar