"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Rabu, 12 Mei 2010

Menemukan Tuhan di Muara Sains

Keindahan alam semesta telah lama menjadi perhatian dan mengundang decak kagum umat manusia. Seiring perkembangan sains yang semakin maju pesat, kompleksitas dan keteraturan alam semesta juga semakin menakjubkan. keteraturan setiap unsur di alam semesta ini menggiring manusia untuk mengenal pencipta alam semesta ini.

Salah satu keajaiban alam semesta adalah matahari yang bersinar terang di siang hari. Matahari adalah satu-satunya bintang di tata surya yang memancarkan panas dan cahaya bagi alam semesta. Matahari adalah bintang terdekat dengan planet Bumi yang berjarak rata-rata 149.680.000 kilometer atau 93.026.724 mil. Matahari dikategorikan sebagai bintang kecil jenis G.

Penelitian tentang kondisi bumi menunjukkan keteraturan alam semesta. Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet dalam Tata Surya. Diperkirakan usianya mencapai 4,6 milyar tahun. Gerak rotasi bumi pada siklusnya berkecepatan 1.680 km/jam. Rotasi bumi ini menyebabkan terjadinya siang dan malam. Sedangkan gerak bumi mengedari matahari berkisar 30 km/menit.

Selama jutaan tahun bumi berputar pada porosnya dengan tepat dan tanpa perubahan menyimpang. Manusia pun menghuni planet ini tanpa kerisauan. Padahal perubahan sekecil apapun dan serentak pada bumi dan matahari menyebabkan hancurnya bumi dan kehidupan seluruh isinya.

Fenomena alam semesta di darat dan laut dipenuhi berbagai keajaiban. Kita akan menemukan keajaiban tersebut ketika merenungkan alam semesta, termasuk penciptaan manusia dan keteraturan sistem di dalamnya. Misalnya, badan orang dewasa dalam kondisi normal memiliki 100 triliun sel. Jika sel-sel ini diambil dan di baris berjajar, maka akan membentuk garis sepanjang 15.000 km. Sel-sel badan biasanya akan musnah dan digantikan oleh sel baru, kecuali sel-sel syaraf yang tidak ikut musnah. Menariknya, pembaruan sel-sel badan tidak menghalangi proses penuaan manusia. Keajaiban tersebut berasal dari keagungan pencinta alam semesta ini. Pencipta alam semesta yang memiliki kekuatan tanpa batas.

Manusia akan memperoleh pelajaran berharga saat merenungi rahasia keagungan alam semesta. Karena itu, sebagian orang, terutama para ilmuwan yang merenungi fenomena alam akan mengakui keagungan dan kemahakuasaan pencipta alam semesta ini. Terkait hal ini, al-Quran surat al-A'raf ayat 185 menngungkapkan, "Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya kebinasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman sesudah Al Qur'an itu?" Senada dengan ayat ini, surat Ali Imran ayat 190 menegaskan, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."

Al-Quran menyinggung berbagai fenomena alam semesta dan menyerukan manusia merenungkannya. Merenungkan keagungan penciptaan alam semesta akan membawa manusia menuju pencipta alam semesta. Hal ini merupakan salah satu cara untuk membuktikan keberadaan Tuhan sebagai pencipta alam semesta.

Anthony Flew, pemikir Inggris yang menjadi ateis selama 66 tahun, pada usia 81 tahun mengakui sebuah hakikat. Ia mengakui adanya pencipta dan pengendali alam semesta ini. Baru-baru ini, Flew meninggal dunia di usianya yang menginjak 87 tahun. Usianya dihabiskan untuk mengajak manusia untuk menolak eksistensi Tuhan dan menyebarkan faham ateisme. Namun, setelah bertahun-tahun menjadi ateis, ia mencapai hakikat ketika merenungi keagungan alam semesta. Flew secara resmi menyatakan dirinya berubah keyakinan.

Anthony Flew mengatakan, setelah tenggelam di lautan sains dan filsafat, ia mengaku mengenal Tuhan dan menyaksikan-Nya dalam kehidupan. Keyakinan Flew lebih dalam dan lebih kuat dari pandangan ketuhanan orang awam. Terang saja, perkataan yang diucapkan orang seperti Flew cukup menarik. Selama bertahun-tahun, Flew dalam berbagai buku dan ceramahnya menyuarakan pengingkaran terhadap eksistensi Tuhan. Namun pada akhirnya, bukti ilmiah telah menyingkirkan tirai kebodohan yang menyelimutinya selama ini.

Bagimana pun cahaya hakikat tidak akan pernah tersisa dalam tirai kegelapan dan kebodohan. Dalam al-Quran surat Shaff ayat 8, Allah swt berfirman, "Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci." Terkait hal ini, Flew menuturkan, "Tanpa pencipta yang maha kuasa, tidak mungkin ada fenomena materi dan makhluk hidup. Dunia ini memiliki sebab non materi."

Anthony Flew menerima dan mengakui keberadaan Tuhan dengan argumentasi logis. Salah satu argumentasi terpenting yang mempengaruhi Flew adalah esensi dan kinerja DNA. Flew menuturkan, riset biologis DNA sangat menakjubkan. DNA menunjukkan adanya sistem dalam kehidupan yang saling terkait dan tidak mungkin bersambung tanpa adanya intervensi dari Sang Maha Pencipta.

DNA adalah mikro molekul yang memuat informasi genetik. Informasi kompleks dan akurat ini terus berpindah dari satu generasi ke generasi. DNA dalam bentuk dua sisi yang dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Poin pentingnya adalah, kode yang dipasang pada pita DNA sepenuhnya sama dengan generasi selanjutnya, dan sifat genetiknya pun berpindah.
DNA pertama kali ditemukan oleh Francis Crick. Molekul ini merupakan terobosan besar bagi kehidupan umat manusia. Gene Myers, ilmuwan Amerika Serikat yang memimpin proyek genetika mengatakan, "Yang membuat kami takjub adalah sistem kehidupan... sebuah sistem yang luar biasa dan sangat kompleks. Dari sini kita menyaksikan kekuasaan yang menakjubkan."

Ketika menjelaskan perubahan keyakinannya dari ateis menjadi teis, Flew menyinggung fenomena menakjubkan dari peristiwa Big Bang atau ledakan besar pada penciptaan alam semesta ini. Peristiwa ini menjungkirbalikan argumentasi kelompok ateis yang memandang dunia tidak berawal. Teori Big Bang yang diakui mayoritas para astronom, meyakini alam semesta berawal dari sebuah ledakan para ilmuwan berkeyakinan ledakan besar ini berlangsung antara 13 hingga 15 miliar tahun. Setelah dua juta tahun terbentuklah tata surya. Usia tata surya kita sekitar 10 milyar tahun. Para astronom menilai waktu bermula sejak ledakan besar tersebut.

Sejatinya, Anthony Flew bukan ilmuwan pertama dan terakhir yang mengimani Tuhan setelah merenungi keagungan alam semesta ini. Selama ini, banyak ateis yang akhirnya meletakan keyakinannya dan menerima eksistensi Tuhan. Karena keagungan penciptaan sangat jelas bagi orang yang mengingkarinya sekalipun, atau orang yeng menilai alam semesta tercipta kebetulan semata.

Flew yang pernah berkeyakinan seperti itu, meyakini bahwa tanpa adanya kekuatan yang maha kuasa, tidak mungkin ada kehidupan dalam sebuah materi yang tidak hidup dan terjadi penyempurnaan dalam bentuk yang kompleks. Flew mengungkapkan, "Bagi saya, terdapat dua hal penting; pertama keteraturan alam semesta. Kedua, bagaimana materi yang tidak hidup memiliki pengetahuan. Tentu saja harus ada yang pengaturnya."

More articles : http://indonesian.irib.ir/index.php/politik/63-sosial/21231-menemukan-tuhan-di-muara-sains

0 comments:

Poskan Komentar