"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Minggu, 18 April 2010

Langkah-langkah Selamatkan Korban Kesetrum

SENGATAN listrik – baik dari kabel bertegangan tinggi atau sambaran petir – dapat mengakibatkan shock; kejang otot, nafas berhenti, denyut jantung tidak teratur, luka bakar tingkat tiga, hingga kematian. Bila orang di sekitar Anda ada yang tersengat listrik tegangan tinggi, mungkin Anda dapat menyelamatkannya dengan tip berikut ini. Tapi bila Anda yang tersengat, berdoalah semoga ada orang lain yang membaca artikel ini di dekat Anda.

1. Cepat bertindak. Jangan menunggu bantuan. Sebaiknya minta orang lain menunggu Ambulan, sementara Anda memeriksa tubuh korban. Pastikan listrik sudah tidak menempel atau terhubung ke tubuh korban. Jika tubuhnya masih kontak dengan arus listrik, jangan menyentuhnya dengan tangan telanjang. Matikan arus segera. Jika Anda tidak bisa memotong arusnya, segera tendang saja tubuhnya dengan sol sepatu Anda.Rebahkan tubuh korban hingga terlentang dan angkat dagunya.

2. Lihat, dan dengar nafasnya. Jika Anda menemukan korban dalam keadaan tidak bernapas, segera beri napas bantuan –jika dulu Anda mengikuti Pramuka, seharusnya Anda bisa melakukannya. Bila Anda termasuk orang awam, coba tekan hidungnnya dengan jari Anda dan tiupkan udara ke dalam mulutnya dua kali hingga dadanya mengembang.

3. Periksa denyut nadi di lehernya. Jika tidak ada tanda-tanda setelah 5 detik, tekan dadanya sebanyak 5 kali dengan kedua telapak tangan Anda –telapak tangan kiri berada di atas dada dan yang lain di atas punggung tangan kiri. Pastikan posisi tangan Anda berada satu garis dengan putingnya. Periksa lagi. Jika tetap tidak ada. Ulangi.

4. Tutupi titik luka bakar yang terjadi akibat masuk dan keluarnya arus listrik pada tubuh karena bisa mempercepat pengurangan cairan dalam tubuh. Gunakan kain, perban atau benda apapun yang bersifat tidak mengantarkan panas.

http://groups.yahoo.com/group/IACSF/message/29094

0 comments:

Poskan Komentar