"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Minggu, 13 Februari 2011

Penyaliban Isa al Masih: Sebuah Tafsir

Yesus selama tiga tahun berusaha mengajak Bani Israel untuk memenuhi panggilan Allah, tetapi beberapa orang dari kalangan bangsa Yahudi khususnya Imam Besar Bait Allah berusaha menangkap Yesus dan menghentikan dakwahnya kepada Bani Israel. Menururt Alkitab mereka berhasil menangkap Yesus, memenjarakannya dan menyiksanya hingga kematian di tiang salib. Bermula dari rencana Imam Besar Kayafas untuk menangkap Yesus kemudian di serahkan pada Romawi selanjutnya di hukum, imam-imam Yahudi tidak mengetahui letak di mana persembunyian Yesus, mereka akhirnya mencari orang dekat dari Yesus untuk di bujuk rayu membocorkan identitas Yesus. Yudas Iskariot, salah seorang murid Yesus, akhirnya mau memberi tahu letak posisi Yesus dengan imbalan 30 keping perak.
Karena tidak mengetahui rupa Yesus  dan untuk memberi kode kepada para tentara dari yang menangkap Yesus, maka Yudas memberi kode “menyalami dan mencium Yesus”.  Setelah Yesus di tangkap, ia di seret dan keesokan harinya di salib, para Bani Israel yang menolak dakwah Yesus, memperolok Yesus sampai menanggalkan pakaiannya.Setelah digantungkan pada kayu salib dan meninggal, seorang murid rahasia Yesus yang bernama Yusuf dari Arimatea, anggota Sanhedrin, meminta mayat Yesus dan merawatnya sekaligus menguburnya.

Itulah ilustrasi singkat tentang kehidupan Yesus atau yang oleh umat Islam biasa disebut dengan Isa al Masih dari menjalani profesi nabi hingga penyaliban. Mungkin perbedaan utama dan sentral adalah bermula dari kisah penyaliban ini. Umat Islam meyakini bahwa dia tidak wafat di salib sedangkan umat Kristiani sebaliknya. Sebelum kita amsuk ke dalam ranah sejarah, mari kita lihat dahulu penyaliban versi muslim yang ada di dunia. Ada dua pendapat perihal penyaliban ini, pendapat pertama mengatakan orang lain yang di salib. Sebab yang di tangkap itu adalah seorang murid yang wajahnya di serupakan oleh Yesus dan pendapat kedua yang mengatakan bahwa Yesus disalib tapi tidak sampai wafat. Kedua cabang itu berusaha menafsirkan sebuah ayat Al Quran:
Dan karena ucapan mereka: “Seseungguhnya kami telah membunuh Al Masih Isa putra Maryam, utusan Allah.” Padahal mereka tidak membunuhnya dan menyalibnya, tetapi hanya diserupakan saja bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentangnya benar-benar dalam keragu-raguan tentang itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang itu kecuali mengkuti prasangka belaka, mereka tidak pula yakin telah membunuhnya” (Q.S. An Nisa 157).
Pendapat pertama:
  1. Syaikh Thanthawi Jauhari dalam tafsirnya menerangkan, bahwa yang ditangkap adalah Yudas Iskariot, begitu pula pendapat Sayyid Qutb. (Tafsir Jawahir, Mesir, 1343 H,  Juz II hal 115 dan 117)
  2. Syaikh Muhammad Abduh condong pada pendapat di atas dengan mengatakan, memang Yudas mirip wajah Isa al Masih, seperti pendapat George Sale dalam terjemah dan komentar Al Quran edisi Inggrisnya. (Tafsir Al Manar, Kairo, 1367 & 1374 H, Juz VI hal. 41)
  3. Asy Syaukani hanya mengatakan yang ditangkap dan disalib itu adalah orang yang serupa dengan Nabi Isa, dengan tidak menyebut namanya. (Tafsir Asy Syaukani, Cet.1 1349 H, Juz VI hal 495)
  4. Syaikh Ahmad Mustafa Al Maraghi menerangkan: “Terjadilah keserupaan pada mereka dan mereka menduga telah menyalib Isa, padahal orang lain. Maka keluarlah beliau dari kepungan mereka itu, sedangkan mereka tidak mengetahui. Dan Allah menyelamatkan Isa dari musuh-musuhnya. Dan kita tahu bahwa sesungguhnya tentara Romawi itu tidak mengenal Nabi Isa. (Tafsir Al Maraghi, cet III tahun 1963 M/1382 H. Juz VI hal. 14)
  5. Az-Zamakhasari menerangkan, yang ditangkap dan yang disalib itu adalah seorang yang mengkhianati Nabi Isa, yang wajahnya diserupakan beliau. Sehingga tentaar Romawi mengira bahwa orang itu adalah Nabi Isa. (Al-Kasyasyaf, Al-Intisyarat Aftab, Teheran, 1948M/166 H. Juz 1 hal. 436).
Para penafsir ini menerangkan arti “syubbiha lahum” ialah “khuyyilah ilaihi” dikhayalkan kepadanya. Ibnu Katsir menerangkan beberapa riwayat perihal hal ini:
  • Hadis ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas: “Mereka mengambil pemuda yang persis al Masih yang mereka kira al Masih sendiri, padahal ia naik ke langit.
  • Hadis An Nasai meriwayatkan: yang ditangkap itu seorang murid yang paling muda umurnya.
  • Ibnu Jarir mengatakan, Allah mengubah wajah murid Nabi Isa serupa dengan beliau. Maka murid itu maju mengganti gurunya yang dijanjikan sorga baginya, dan dialah yang ditangkap dan disalib itu.
  • Riwayat Ibnu Ishak mengatakan, orang yang serupa dengan nabi Isa itu namanya Sergius (Tafsir Ibn Katsir, Darul Andalusi Beirut, cet I, 1966 M/1385 H, hal 429-432)
Pendapat kedua mengatakan bahwa Yesus memang di salib, tetapi tidak sampai mati disalib, karena yang disebut menyalib adalah membetangkan di seseorang di kayu salib sebagai hukuman sampai kematiannya di kayu tersebut. Jadi apabila tidak mati, maka tidak dapat di sebut menyalib:
  • Prof. Dr. Hasbullah Bakry, SH: Nabi Isa memang benar telah ditangkap di taman Getsemani dan di bawa ke istana Pilatus dan juga langsung di bawa ke bukit Golgota dan disalibkan di sana tetapi penyaliban ini telah di gagalkan Tuhan, artinya tidak sampai mati. Diserupakan saja kepada mereka seakan-akan Isa sudah mati. Padahal hanya pingsan saja. Kemudian Isa di kuburkan didalam pemakaman Yusuf Arimatea oleh Yusuf sendiri ditemani oleh Nikodemus. Setelah Nabi Isa sadar dari pingsannya, beliau keluar sendiri atau dikeluarkan dari pekuburan itu dengan tidak di ketahui atau dilihat oleh pengawal makam itu. Tipudaya itu ialah syubbiha lahum diserupakan seakan-akan Isa benar-benar sudah mati disalib oleh mereka.
  • Maulana Muhammad Ali: Kalimat ma shalabuhu ini, tak sekali-kali mendustakan disalibnya Nabi Isa pada kayu palang. Kalimat ini hanya mendustakan wafatnya Nabi Isa pada kayu palang sebagai akibat penyaliban…nabi Isa bukan mati pada kayu palang dan bukan pula dibunuh seperti dua penjahat lainnya, melainkan ditampakkan kepada kaum Yahudi, seakan-akan beliau sudah wafat disalib.
  • Mirza Ghulam Ahmad: Karena itu tidak bisa diragukan bahwa Yesus tidak disalibkan dengan pengertian tidak wafat di kayu salib, karena kepribadian beliau tidak patut memikul konsekwensi yang tersirat dari kematian di atas salib. Karena tidak wafat di kayu salib maka beliau terbebas dari implikasi kotor suatu kutukan, serta membuktikan bahwa beliau tidak terangkat ke langit. Kepergian beliau ke langit merupakan bagian dari keseluruhan skema yang merupakan konsekwensi dari konsep pemikiran bahwa beliau wafat di kayu salib.
Itulah tadi perbedaan dari umat Islam dalam menyikapi penyaliban. Banyaknya versi tersebut mengindikasikan bahwa tidaklah mudah untuk mengklarifikasi perihal sebuah kejadian yang berlangsung ribuan tahun yang lalu. Setelah kita membahas beberapa tafsir, mari kita sekarang menengok kepada beberapa dokumen kesejarahan yang ditulis abad-abad awal mengenai hal itu. Beberapa dokumen kesejarahan memang memuat fakta telah terjadi penyaliban terhadap diri Isa al Masih:
1. Dokumen Jewish Antiquities yang ditulis oleh Flavius Josephus (37/38 M-100M)
Di dalam dokumen Jewish Antiquities, khususnya Testimonium Flavianum, disebutkan perihal kejadian tersebut:
Kira-kira pada waktu ini, hiduplah Yesus, seorang yang bijaksana. Sebab dia adalah seorang yang telah melakukan tindakan-tindakan luar biasa, dan seorang guru bagi orang-orang yang telah dengan senang menerima kebenaran darinya. Ia telah memenangkan banyak orang Yahudi dan banyak orang Yunani. Setelah mendengar dia dituduh oleh orang orang-orang terkemuka dari antara kita, maka Pilatus menjatuhkan hukuman penyaliban atas dirinya. Tetapi orang-orang yang mula-mula telah mengasihinya itu tidak melepaskan kasih mereka kepadanya. Dan bangsa Kristen ini, disebut demikian dengan mengikuti namanya, sampai pada hari ini tidak lenyap
2.  Dokumen Mara bar Sarapion (ditulis kira-kira setelah tahun 73 M)
Perbuatan baik apa yang dilakukan orang-orang Athena ketika ia membunuh Sokrates, yang mengakibatkan mereka dihukum dengan bahaya kelaparan dan penyakit menular? Manfaat apa yang diperoleh orang-orang Samian ketika mereka membakar Phytagoras, karena kemudian negeri mereka seluruhnya dikubur pasir dalam sekejap saja? Atau apa keuntungannya ketika orang-orang Yahudi membunuh raja mereka yang arif, karena kerajaan mereka setelah itu direnggut dari mereka Allah telah dengan adil membalas perbuatan-perbuatan jahat yang telah dilakukan kepada tiga orang bijaksana ini. Orang-orang Athena mati kelaparan; bangsa Samian dilanda banjir dari laut; orang-orang Yahudi dibunuh dan diusir dari kerajaan mereka, lalu tinggal di tempat-tempat lain dalam perserakan. Sokrates itu tidak mati; tetapi tetap hidup melalui Plato; begitu juga Phytagoras, karena patung Hera. Begitu juga raja yang bijak itu tidak mati, karena setelah dia tidak ada muncul hukum baru yang ia telah berikan
3. The Passing Pereginus oleh Lucian dari Samosata(115 M-200 M)
“sesungguhnya, selain dia, juga orang yang disalibkan di Palestina karena memperkenalkan kultus baru ini ke dalam dunia, kini masih mereka sembah”
4. Dokumen Tactitus Annals 15: 38-44:
Karena itu, untuk menepis kabar angin itu, Nero menciptakan kambing-kambing hitam dan menganiaya orang-orang yang disebut ‘orang-orang Kristen, yaitu sekelompok orang yang dibenci karena tindakan-tindakan kriminal mereka yang memuakkan. Kristus, dari mana nama itu berasal, telah dihukum mati dalam masa pemerintahan Tiberius di tangan salah seorang prokurator kita, Pontius Pilatus, dan tahyul yang paling merusak itu karenanya untuk sementara dapat dikendalikan, tetapi kembali pecah bukan saja di Yudea, sumber pertama dari kejahatan ini, tetapi juga di Roma, di mana segala sesuatu yang buruk, menjengkelkan dan yang menimbukkan kebencian dari segala tempat di dunia ini bertemu dan menjadi populer

Dari beberapa sumber awal memang disebutkan adanya peristiwa penyaliban. Ada sebuah tafsir oleh Kenneth Cragg dalam menguraikan perihal ayat Al Quran mengenai penyaliban tersebut, walaupun tafsiran itu agaknya kurang populer sehingga jarang dipakai, adapun pendapat dari Cragg tersebut menitik beratkan pada lingusitik dari teks itu. Jika ada ayat yang kurang jelas, maka “skriptura” (kitab) mentafsirkan “skriptura” (kitab). Ini dinamakan pendekatan “canonical context”. Jadi orang perlu mencari naskah-naskah yang mirip dalam struktur pemikirannya di dalam Quran sendiri sebagai konteks kanonik ayat yang mau ditafsir itu. Dan yang didapati oleh Cragg ialah teks Quran yang memuat jawaban Allah atas kebanggaan orang-orang Muslim sesudah perang Badr. Mereka membanggakan diri dengan kemenangan dan kepahlawanan mereka dalam perang itu sehingga Allah memperingati mereka: bukan kamu yang mengalahkan musuh kamu, melainkan Allahlah yang mengalahkan musuh kamu. Kalau garis tafsiran ini mau diterapkan, maka artinya ialah: orang-orang Israel beranggapan bahwa mereka membunuh dan menyalibkan Yesus berkat kuasa dan ketegasan mereka sendiri, tapi itu hanya “diserupakan” bagi mereka, sedangkan sebenarnya mereka hanya alat dalam tangan Allah yang memakai mereka untuk memenuhi rencana-Nya, seperti kaum Muslim di Badr digunakan Allah untuk mengalahkan kaum Mekkah.
Terlihat di sini, Cragg memandang penyaliban Yesus oleh orang Israel sebagai peristiwa yang dikehendaki Allah dengan “menyerupakannya” dalam perbuatan orang Yahudi membunuh Yesus, padahal di balik peristiwa ini (seperti juga di balik perang Badr) Allah-lah pelaku utamanya. Jadi, yang “diserupakan” adalah perbuatan orang Yahudi itu dengan perbuatan Allah sendiri. Orang Yahudi hanya alat ditangan Allah.
Sebenarnya seperti yang saya paparkan diatas, dari peristiwa-peristiwa di kitab suci manapun membuktikan bahwa sangatlah sulit untuk mengetahui kronologis peristiwa yang terjadi beribu tahun yang lalu, sehingga sudut pandang baik itu bersumber dari keagamaan dan kesejarahan adalah bersifat subyektif yang relatif kebenaran sehingga antar pendapat satu dengan lainnya berbeda.

DbClix


http://mygoder.wordpress.com/2007/07/17/penyaliban-isa-al-masih-sebuah-tafsi/

0 comments:

Poskan Komentar