"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Sabtu, 16 Januari 2010

Kenali Barkode di kemasan produk yang anda beli

Ternyata penemuan barcode, [sebagaimana telah banyak dibahas oleh banyak orang dalam banyak waktu lalu dan nggak ada salahnya saya ikut-ikutan menyebarkannya sekarang], memang banyak membawa manfaat dalam roda perniagaan alias bisnis. Model ini telah memudahkan orang dalam bertransaksi jual beli barang. Sebab dengan pemberian kode [coding] pada barang tersebut maka dengan mudah dapat diketahui harganya tanpa harus mbukaki buku catetan maning... Tinggal dipindai alias di-scan maka akan muncul nama barang beserta harganya. Tentunya barang-barang tersebut telah masuk dalam database terlebih dahulu.

Barcode ditemukan oleh Norman Joseph Woodland bersama Benhard Silver. Awalnya Silver mendengar sebuah percakapan antara direktur pabrik makanan dengan seorang dekan di sebuah Institut Teknologi Drexel,Philadelphia. Sang direktur meminta agar dekan tersebut dapat mengadakan riset untuk membuat alat pembaca informasi produk secara otomatis. Permintaan itu di tolak oleh sang dekan dengan alasan yang kurang diketahui. Mendengar hal tersebut kemudian Silver menemui Woodland dan menceritakan kejadian tersebut. Kemudian dari itulah muncul gagasan Woodland untuk membuat sistem pengkodean barang.

Awalnya Woodland mencetak kode barang dengan menggunakan tinta khusus yang berpendar dibawah sinar ultraviolet. Namun ternyata ada masalah yakni tinta yang digunakan terlalu mahal. Meski demikian ia tetap tidak putus asa dan tetap melanjutkan proyeknya tersebut, sampai akhirnya pada 7 Oktober 1952 mendapatkan pengakuan hak patennya atas penemuannya itu. Barcode mulai banyak digunakan pada 1966.

Sampai saat ini Barcode telah banyak diterima dan digunakan dalam transaksi perniagaan. Guna menata dan mengatur penggunaan Barcode agar dapat optimal maka penggunaannya diatur secara internasional oleh International Article Numbering Association (EAN). Dalam pengkodean barcode yang terdapat 13 angka-angka itu terdiri dari kode negara, kode perusahaan, kode produk dan cek digit.

Kode negara adalah 2 (dua) atau 3 (tiga) digit pertama adalah kode negara dimana perusahaan produsen barang mendaftarkan keanggotaannya (register). Barangnya bisa saja diproduksi diseluruh dunia. Semisal sebuah produk dengan kode 899 adalah perusahaan itu mendaftarkan keanggotaannya di Indonesia, namun bisa saja barangnya diproduksi di Amerika. Jadi dengan melihat 2 atau 3 digit awalnya dapat kita ketahui bahwa barang ini adalah produksi sebuah perusahaan Indonesia, sehingga meskipun perusahaan dalam labelnya menyantumkan made in China tapi kode dalam barcodenya adalah 899 maka ini pasti asli China tapi produksi pe-China-nan.

Daftar Kode Negara

00-13: USA & Canada
20-29: In-Store Functions
30-37: France
40-44: Germany
45: Japan (also 49)
46: Russian Federation
471: Taiwan
474: Estonia
475: Latvia
477: Lithuania
479: Sri Lanka
480: Philippines
482: Ukraine
484: Moldova
485: Armenia
486: Georgia
487: Kazakhstan
489: Hong Kong
49: Japan (JAN-13)
50: United Kingdom
520: Greece
528: Lebanon
529: Cyprus
531: Macedonia
535: Malta
539: Ireland
54: Belgium & Luxembourg
560: Portugal
569: Iceland
57: Denmark
590: Poland
594: Romania
599: Hungary
600 & 601: South Africa
609: Mauritius
611: Morocco
613: Algeria
619: Tunisia
622: Egypt
625: Jordan
626: Iran
64: Finland
690-692: China
70: Norway
729: Israel
73: Sweden
740: Guatemala
741: El Salvador
742: Honduras
743: Nicaragua
744: Costa Rica
746: Dominican Republic
750: Mexico
759: Venezuela
76: Switzerland
770: Colombia
773: Uruguay
775: Peru
777: Bolivia
779: Argentina
780: Chile
784: Paraguay
785: Peru
786: Ecuador
789: Brazil
80 - 83: Italy
84: Spain
850: Cuba
858: Slovakia
859: Czech Republic
860: Yugoslavia
869: Turkey
87: Netherlands
880: South Korea
885: Thailand
888: Singapore
890: India
893: Vietnam
899: Indonesia
90 & 91: Austria
93: Australia
94: New Zealand
955: Malaysia
977: International Standard Serial Number for Periodicals (ISSN)
978: International Standard Book Numbering (ISBN)
979: International Standard Music Number (ISMN)
980: Refund receipts
981 & 982: Common Currency Coupons
99: Coupons

Kayaknya yang menarik dibeli adalah produk dengan barcode berawalan 899

Untuk Kode Produksi makanan, biasanya diawali dengan "MD" atau "ML".
MD berarti Makanan Dalam (Negeri) alias produk lokal.
ML berarti Makanan Luar (Negeri) alias produk impor.


Thanks to http://kaumbiasa.com/kode-negara-pada-barcode.php; http://yosmina.multiply.com/journal/item/292/Artikel_Salin_Tempel_-_Kenali_Code_Bar_di_kemasan_produk_yang_anda_beli

0 comments:

Poskan Komentar