"Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas...? ...Serahkan pada saya..., Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! ...Klik disini-1 dan disini-2"

Sabtu, 16 Januari 2010

Minuman Energi dan Trik-trik (dagang)nya

Minuman energi banyak sekali dikonsumsi orang indonesia dan mancanegara.
Dalam hal ini, bagi penggemar minuman energi, disarankan juga untuk sedikit banyak mengetahui seluk beluk di belakang kemasan minuman energi.

Yang disebut minuman ber-energi itu adalah konsep minuman yang dipelopori oleh brand Red Bull (bahasa thailandnya konon : Kratingdaeng kemudian diikuti yang lainnya: Extra Joss, Naturade, Hemaviton, Yes Joss, dll.

Sebenarnya minuman energi itu sedikit sekali berkontribusi terhadap pasokan energi seseorang. Tapi mereka semua mengklaim energi! Kenapa?

Pada dasarnya, secara scientific, bahan makanan yang berkontribusi langsung ke pasokan energi itu hanya ada tiga: karbohidrat, protein, dan lemak. Umumnya semua minuman memakai karbohidrat sebagai sumber kalori (satuan energi) karena paling mudah dicerna dan juga sebagian besar larut air. Sisa bahan lainnya seperti vitamin, mineral, zat-zat lain bisa dibilang zero energy.

Kalau dibandingkan antara coca-cola dan satu sachet minuman energi, jelas menang coca cola. Karena coca-cola itu masukin 10 sendok gula pasir ke dalam 1 kaleng sedangkan minuman energi ada yang malah tidak pakai gula.

Mungkin itulah alasan mengapa minuman energi (sachet) tidak mencantumkan kontribusi kalori (trik 1)

Jadi apa donk kelebihan minuman energi? Kenapa sampai banyak orang mengkonsumsinya?

Jawabannya adalah karena komponen dalam minuman energi itu memicu timbulnya 'sensasi ber-energi' atau disebut juga feeling energized. Komponen utama (dan yang paling banyak dipakai) untuk membuat orang lain merasakan sensasi 'ruarrrrrrrrrr biasa' ini adalah: Kafein

Kafein, ditekankan sekali lagi, sama sekali tidak berkontribusi terhadap energi, namun dapat memacu syaraf hingga tetap terjaga. Karena sifatnya yang neuro-stimulan, maka Kafein memiliki dosis konsumsi harian tertentu bagi individu yang tidak mau membahayakan dirinya.

Jadi edukasi konsumen soal kafein ini sangat penting sekali, karena di masyarakat Western istilah Caffein abuse sudah populer sekali. Perusahaan-perusahaan minuman, demi mengeruk keuntungan, sudah berusaha meracik minuman dengan 'sensasi energi' ter'kuat', ter'keras', dan ter'fungky' dengan cara membuat brand minuman yang aneh-aneh misalnya: Rockstar, Heroin, Cocain, Samurai, Bushido, Ronin, Monster, Full Throttle, etc) yang menarik hati generasi muda yang senang, sekaligus juga bersaing menambah dosis stimulan dan jenisnya.
(khusus brand Cocaine ini mottonya pun sensasional: Daripada illegal mendingan yang legal aja!) PR jenius 100%)

Karena trend di luar sono (di amrik or japan) biasanya ditiru Indonesia setahun atau dua tahun kemudian, jadi semoga artikel ini bisa berguna untuk mencegah yang generasi muda supaya tidak mabuk kafein. Mendingan minum susu daripada kafein. Sayangnya susu tidak fungky.

Kafein jelas memiliki konotasi negatif di mata masyarakat, jadi ada beberapa perusahaan yang jelas menghindarinya atau mau mengakali dosisnya. Cara menghindarinya ada dua macam:
1. Tidak pakai sama sekali
2. Dengan mencantumkan nama lainnya kafein atau nama bahan alami yang sudah pasti mengandung kafein
Jenius bukan?
Berikut contoh2 kejeniusan mereka yang bisa dilihat juga di kemasan mereka:

Jenius act 1:
Kejeniusan pertama itu nampak di produk sebagai berikut (contoh nyata):
Produk A tidak mencantumkan kafein tapi menulis: 1,3,7 - trimethylxanthine = 50 mg
Kalo sampai produk A tadi berani bilang dia bebas kafein, maka dia penipu.
Nama lain kafein = trimethylxanthine...
Tapi kalau didesak, sang perusahaan pasti bilang trimethylxanthine = kafein, masalahnya...
Kenapa dia tidak tulis aja kafein melainkan nama aneh bin ajaib di atas?
Ga tau napa... gelap tuh mungkin pas research marketingnya yang disensus cuma konsumer yang sarjana kimia

Jenius act 2:
Produk C: Kafein 50 mg (oke! masuk syarat dan ga pake sinonim ato alias)
Guarana 50 mg

Guarana (http://en.wikipedia.org/wiki/Guarana) itu biangnya kafein selain kopi, kakao, dan teh!
Jadi kalo misalnya nih batasan kafein legal = 50 mg, maka berkat guarana bisa jadi 50++, tentu saja sensasi berenerginya juga ++

Jenius act 3:

Dibikin koktail bersama alkohol (biasanya di kaleng atau botol).
Hasilnya jika kafein = dan alkohol =
Maka jadilah itu minuman itu = terus bisa aja menyebabkan
Jadi kalo ada koktail campuran kafein + alkohol langsung bilang nono!

Jenius act 4:
Dibikin koktail bersama ekstrak kulit jeruk. Pernah mencet kulit jeruk? Keluar kan minyaknya yang kalo kena mata berjuta rasanya. Ternyata kalo dikonsumsi juga berjuta rasanya... Pas dibikin koktail bersama Kafein maka sama kaya alkohol terjadilah reaksi ganda. Tapi untuk yang ini penulis masih belum tau efek negatifnya, cuma sudah bisa dibayangkan 'sensasi berenergi' yang ditimbulkan.

konklusi sementara dari jenius-jenius tadi:
Minuman energi itu yang dijual hanya sensasi psikis berenerginya aja, mungkin karena peredaran darah tambah cepet, atau karena sarafnya terpacu... Nonton film thriller atau ditodong beruang mungkin sama kayak minuman berenergi... yang penting adrenalinnya

Sampai ada minuman yang bisa bikin orang berenergi berapi-api kaya aura saint seiya mungkin orang baru merasa sedikit puas

Kalo bisa yang bikin orang mati pun jungkir balik terus mati lagi kekeke

Salam, semoga bisa menghibur


http://allah-semata.org/forum/index.php?topic=124.msg689#msg689

0 comments:

Poskan Komentar